Text
Pengaruh iklim organisasi dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior tenaga administrasi SMA Negeri di Jakarta Timur
RINGKASAN
Keberadaan tenaga administrasi sebagai salah satu komponen di dalam sekolah tidak dapat dipandang hanya dengan sebelah mata. Tenaga administrasi sekolah merupakan tenaga kependidikan yang bertugas memberikan dukungan layanan administrasi guna terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Tenaga administrasi merupakan ujung tombak sekolah yang berhadapan langsung dengan para stakeholder. Namun, fenomena yang terjadi di lapangan berkata lain. Di sebuah artikel tertulis bahwa mutu pelayanan yang diberikan oleh pegawai administrasi saat ini masih belum maksimal. Selain itu di sebuah situs juga diberitakan bahwa terjadi perselisihan antara tenaga tata usaha dengan warga sekolah. Iklim organisasi yang tercipta di dalam sekolah sangat mendukung terciptanya organizational citizenship behavior seorang pegawai. Hal ini senada dengan pendapat Mullins yang mengatakan “organizational climate is a relatively enduring quality of the internal environment of an organization that... influences their behavior”. Berdasarkan pendapat ahli jelas terlihat bahwa iklim organisasi adalah sebuah kualitas lingkungan internal yang dapat mempengaruhi perilaku para anggota di dalamnya. Selain itu kepuasan kerja juga memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi organizational citizenship behavior pegawai administrasi. Sebagaimana Robbins mengatakan “it seems logical to assume job satisfaction should be a major determinant of an employee’s organizational citizenship behavior (OCB)”. Kepuasan kerja ternyata dapat merupakan sebuah penentu utama pada sikap organizational citizenship behavior seorang pegawai.
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri di Jakarta-Timur. Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan analisis jalur (path analysis). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang
iv
diajukan kepada pegawai tata usaha berstatus pegawai negeri sipil. Populasi terjangkau berjumlah 246 orang sedangkan sampelnya berjumlah 152 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Untuk hasil ujicoba iklim organisasi terdapat 28 butir item valid sedangkan 4 butir item drop dengan reliabilitas 0,962. Untuk hasil ujicoba kepuasan kerja terdapat 27 butir item valid sedangkan 5 butir item drop dengan realibilitas 0,943. Sedangkan hasil ujicoba organizational citizenship behavior didapat 27 butir item valid sedangkan 5 butir item drop dengan realibilitas 0,955.
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif iklim organisasi terhadap organizational citizenship behavior dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,277 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,373. Hal ini menunjukkan bahwa iklim organisasi yang kondusif akan berpengaruh langsung positif terhadap peningkatan organizational citizenship behavior. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior nilai koefisien jalur sebesar 0,313 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,398. Tingkat kepuasan kerja pegawai akan mempengaruhi organizational citizenship behavior pegawai. Semakin pegawai merasakan kepuasan kerja maka semakin sering pegawai melakukan organizational citizenship behavior. Sementara itu, hasil perhitungan pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja menunjukan bahwa iklim organisasi berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja. Nilai koefisien jalur sebesar 0,308 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,308. Ini memberikan makna bahwa perubahan yang terjadi pada iklim organisasi akan berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja pegawai.
Bibliografi : lembar 120-122
| TM00004868 | TM 4868 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2013.002) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Penyiangan 2025 |
Tidak tersedia versi lain