Text
Upaya meningkatkankemampuan komunikasi matematis melalui model pembelajaran jigsaw II dalam materi sistem persamaan linear dua variabel di SMP Negeri 49 Jakarta
ABSTRAK
EMERALDA HARDIYANI. Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Matematis Melalui Model Pembelajaran Jigsaw II dalam Materi Sistem
Persamaan Linear Dua Variabel di SMP Negeri 49 Jakarta.
Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi
matematis siswa melalui model pembelajaran Jigsaw II pada materi sistem
persamaan linear dua variabel pada kelas VIII-F di SMP Ngeri 49 Jakarta.
Penelitian ini menggunakan indikator kemampuan komunikasi matematis,
meliputi: (1) kemampuan mengekspresikan ide-ide secara tertulis, kemudian
mendemonstrasikan dan menggambarkan secara visual, (2) kemampuan
menggunakan istilah-istilah, notasi-notasi dan struktur-struktur untuk menyajikan
ide, dan menggambarkan hubungan dengan model situasi, dan (3) kemampuan
memahami, mengiterpretasikan, dan mengevaluasi ide matematis baik secara
tertulis maupun dalam bentuk visual lainnya.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat reflektif.
Tahapan yang dilakukan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan
refleksi. Tindakan dilakukan selama tiga siklus yang terdiri dari dua pertemuan di
setiap siklusnya. Analisis data dilakukan secara kuantiatif dan kualitatif. Data
yang dianalisis secara kuantitatif berupa tes awal kemampuan dan tes akhir pada
setiap siklus, sedangkan data yang dianalisis secara kualitatif berupa hasil
wawancara, lembar observasi, catatan lapangan, dan hasil dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan
model pembelajaran Jigsaw II dapat meningkatkan kemampuan komunikasi
matematis siswa. Nilai kemampuan komunikasi matematis berada pada rentang
0,00 ≤ ̅ ≤ 4,00. Peningkatan yang dialami oleh SP 1 mencapai 3,33 pada siklus
I, 3,33 pada siklus II, dan 4,00 pada siklus III. Peningkatan yang dialami oleh SP
2 mencapai 3,33 pada siklus I, 3,33 pada siklus II, dan 3,67 pada siklus III.
Peningkatan yang dialami oleh SP 3 mencapai 3,33 pada siklus I, 3,67 dan pada
siklus II, dan 4,00 pada siklus III. Peningkatan yang dialami oleh SP 4 mencapai
2,67 pada siklus I, 3,33 pada siklus II, dan 3,67 pada siklus III. Peningkatan yang
dialami oleh SP 5 mencapai 2,33 pada siklus I, 3,33 pada siklus II, dan 3,33 pada
siklus III. Peningkatan yang dialami oleh SP 6 mencapai 3,00 pada siklus I, 3,00
pada siklus II, dan 3,33 pada siklus III. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan
komunikasi matematis siswa pada siklus I mencapai 2,52 dengan 55,56% siswa
mencapai kategori minimal baik. Pada siklus II nilai rata-rata kemampuan
komunikasi matematis siswa mencapai 2,85 dengan 66,67% siswa mencapai
kategori minimal baik. Pada siklus III nilai rata-rata kemampuan komunikasi
matematis mencapai 3,13 dengan 77,78% siswa mencapai kategori minimal baik.
Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Model Pembelajaran
Jigsaw II, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel.
Bibliografi : lembar 111-113
| SS00011758 | SK 11758 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.03.2016.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain