Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pengaruh pemberdayaan dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SD Negeri se-Kabupaten Morowali Utara

Najmia - Nama Orang;

RINGKASAN

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Perilaku guru yang terbentuk berdasarkan keikhlasan, panggilan rasa saling menolong, berbagi, jiwa gotong royong, sportivitas disebut sebagai organizational Citizenship Behavior (OCB). Hal ini sejalan dengan penjelasan Ivancevich et al., “there are several types of OCBs, Incuding: helping behavior, sportmanship, organzational loyaliti, organizational compliance, individual initiative, civic virtue, and selfdevelopment”. Terdapat beberapa perilaku individu organisasi yang dapat dijadikan sebagai perilaku OCB, yaitu: perilaku menolong, sikap sportif, kesetiaan pada organisasi, kepatuhan pada organisaisi, inisiatif individual, kebaikan bermasyarakat, dan pengembangan diri. Perilaku OCB akan mempengaruhi kinerja organisasi dengan mendukung kegiatan kerja secara terus-menerus dan mempengaruhi penilaian kinerja. Para karyawan yang berperilaku OCB seperti menolong orang lain atau memberi ide-ide membangun menerima penilaian kinerja yang jauh lebih baik. Sementara Menurut De Janazs pemberdayaan mempengaruhi kepuasan kerja: Empowerment reinforces member participation and growth, commitment to quality, and a more open, honest environment. This results in greater job satisfaction, motivation, and commitment- a sense of achievement. Dengan diberdayakannya karyawan akan memperkuat partisipasi anggota dan perkembangan, komitmen terhadap kualitas, lingkungan yang jujur dan lebih terbuka. Hal ini menyebabkan peningkatan dalam kepuasan kerja, motivasi, dan komitmen. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan analisis kuantitatif-kausal. Hasil uji coba instrumen organizational citizenship behavior dari 40 butir pernyataan yang di uji
iii
cobakan terdapat 32 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,947. Hasil uji coba instrumen pemberdayaan dari 40 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 32 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,935 Hasil uji coba instrumen kepuasan kerja dari 40 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 32 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,945. Analisis data penelitian dilakukan dengan statistik deskriptif. Dan pengujian persyaratan analisis dilakukan uji normalitas galat taksiran dengan menggunakan teknik lilefors dan uji linieritas. Pengujian hipotesis dengan teknik regresi, korelasi sederhana. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari variable bebas terhadap variable terikat tercermin koefisien jalur. Hasil pembuktian hipotesis pertama terdapat pengaruh pemberdayaan terhadap OCB. Koefisien korelasi antara pemberdayaan dengan OCB sebesar r13=0.463 dengan koefisien jalur (p31) sebesar 0,344. Pembuktian hipotesis kedua terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap OCB. Koefisien korelasi antara kepuasan kerja dengan OCB sebesar r23=0.469 dengan koefisien jalur (p32) sebesar 0,353. Pembuktian hipotesis ketiga terdapat pengaruh pemberdayaan terhadap kepuasan kerja. Koefisien korelasi antara pemberdayaan dengan kepuasan kerja sebesar r12=0.338 dengan koefisien jalur (p21) sebesar 0,338. Dari ketiga pembuktian hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung pemberdayaan terhadap OCB yang artinya, Artinya ketepatan dalam memberdayakan guru mengakibatkan adanya peningkatan OCB guru. Terdapat pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap OCB yang artinya, bahwa peningkatan kepuasan kerja dapat mengakibatkan peningkatan OCB guru. Terdapat pengaruh langsung pemberdayaan terhadap kepuasan kerja yang artinya, ketepatan dalam pemberdayaan guru akan mengakibatkan peningkatan pada kepuasan kerja guru. Untuk meningkatkan OCB dapat dilakukan dengan meningkatkan pemberdayaan dan kepuasan kerja. Bibliografi : lembar 113-115


Ketersediaan
TM00002235TM 2235UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2017.004)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 2235
Penerbit
Jakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana UNJ., 2017
Deskripsi Fisik
xiv, 244 lembar : il. ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kepuasan Kerja
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Najmia
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik