Text
Studi kuat tekan beton dengan pemanfaatan abu cangkang telur bebek sebagai bahan dasar pembuatan beton geopolimer
STUDI KUAT TEKAN BETON DENGAN PEMANFAATAN ABU CANGKANG TELUR BEBEK SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BETON GEOPOLIMER Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Januari 2017
Pembimbing 1 : Drs. Prihantono, M. Eng Pembimbing 2 : Gina Bachtiar, MT Penulis : Bima Purwa Nugrahanto (5415122853)
ABSTRAK Geopolimer memungkinkan untuk penggantian semen dalam aplikasi konstruksi beton. Penggantian semen secara total dengan bahan lain seperti abu cangkang telur yang merupakan material hasil produksi sampingan industri rumah tangga. Akan tetapi abu cangkang telur tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen, untuk itu diperlukan alkali aktivator yaitu Natrium Hidroksida (NaOH) dan Natrium Silikat (Na2SiO3) untuk membantu proses polimerisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar kuat tekan beton jika pasta semen digantikan dengan natrium hidroksida, natrium silikat dan abu cangkang telur bebek, sehingga abu cangkang telur bebek dapat divariasikan dengan persentase 0%, 15%, 30%, 45% dari berat pasta geopolimer. Abu cangkang telur bebek yang digunakan adalah limbah penjualan martabak yang dibakar dengan suhu 800°C selama ± 6 jam menggunakan oven pembakaran keramik yang berlokasi di Galeri Kolekan, Jl. Haji. Abdul Majid, No.15, Cilandak, Jakarta Selatan. Sedangkan alkali aktivator yang digunakan adalah variasi 70 % Natrium Silikat dan 30% Natrium Hidroksida untuk rancangan beton fc’ 20 MPa dengan slump 100 ± 20mm. Karena semakin tinggi perbandingan massa larutan Sodium Silicate (Na2SiO3) dan Sodium Hydroxide (NaOH) maka semakin tinggi pula kuat tekan yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Uji Bahan Universitas Negeri Jakarta pada bulan Juni 2016 hingga Januari 2017 dengan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah benda uji sebanyak 24 buah dan di uji tekan setelah didiamkan dengan suhu ruangan selama 21 hari dan 28 hari, dikarenakan beton geopolimer masih belum cukup umur untuk diuji tekan ketika masih berusia 7 hari. Pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Crushing Test Machine. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat perbedaan pada beton kontrol dan beton campuran abu cangkang telur. Semakin tinggi kandungan abu cangkang telur bebek akan semakin tinggi tekan beton yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan tegangan karakteristik campuran optimum terdapat pada beton dengan kandungan abu cangkang telur 45% sebesar 13,77 Mpa, walaupun kuat tekan beton masih belum memenuhi kuat tekan yang telah di rencanakan tapi nilai kuat tekan beton geopolimer di perkirakan masih dapat bertambah jika variasi campuran menggunakan persentase di atas 45%.
Kata Kunci : Natrium Hidroksida,Natrium Silikat,Tepung Cangkang Telur Bebek, Kuat Tekan.
Tidak tersedia versi lain