Text
Perkembangan emosi anak yang mengalami penolakan (rejection) dari orang tua tiri : studi kasus pada anak usia 8 tahun di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur)
PERKEMBANGAN EMOSI ANAK YANG MENGALAMI PENOLAKAN (REJECTION) DARI ORANG TUA TIRI
(Studi Kasus Pada Anak Usia 8 Tahun di kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur)
2017
Ririn Yulianti
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan emosi anak yang mengalami penolakan (rejection) dari oang tua tiri yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah seorang anak lelaki berusia 8 tahun yang mendapatkan penolakan (rejection) dari orang tua tirinya . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, dan wawancara. Pelaksanaan analisis data dilakukan dengan cara penjodohan pola sederhana. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan perpanjangan waktu keikutsertaan, ketekunan pengamatan, kecukupan referensi, triangulasi dan teknik auditing.
Hasil penelitian menunjukkan perkembangan emosi anak yang mendapatkan penolakan (rejection) dari orang tua menjadi tidak optimal, dan jika tidak berkembang dengan baik maka akan menimbulkan beberapa perlakuan yang cenderung negatif dari anak. Anak yang mendapatkan penolakan (rejection) dari orang tua nya membuat anak merasa tidak percaya diri akan dirinya sendiri dan lebih mengekspresikan emosinya ke arah yang kurang baik seperti berontak, marah, memukul, menangis, menendang, berteriak, yang mengakibatkan perkembangan emosi anak menjadi kurang optimal dan maksimal.
Kata kunci : perkembangan emosi, ekspresi emosi, penolakan, orang tua tiri. Bibliografi : lembar 88-91
| SS00012474 | SK 12474 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain