Text
Peningkatan keterampilan motorik kasar melalui permainan tradisional Toraja : penelitian tindakan pada kelompok B di TK Ceria Bunga Bangsa Makassar, tahun 2016
RINGKASAN
Berbagai potensi besar yang ada pada diri anak usia dini memerlukan pola pembinaan yang tepat. Pembinaan tersebut berupa rangsangan baik bersifat fisik dan mental, sehingga anak dapat mengikuti perkembangan selanjutnya dengan baik. Penanaman motorik yang benar dan pengembangan yang optimal merupakan salah satu tugas dan fungsi utama pendidikan jasmani pada taman kanak-kanak. Anak yang otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil menggerak-gerakkan tubuhnya. Adanya kemampuan motorik kasar anak yang baik akan membuat anak lebih dapat mengembangkan kognitif anak dalam hal kreativitas dan imajinasinya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa anak memiliki keterampilan motorik kasar rendah. Keterampilan motorik kasar tersebut meliputi adanya anak yang belum mampu berjalan lurus di atas tali yang dibuat sebagai garis dengan menjunjung benda, anak belum mampu melompat dengan mengangkat satu kaki, berjalan mundur pada satu garis tanpa terjatuh, berjalan cepat secara zig-zag, mengayunkan kaki secara bergantian, anak belum mampu mengekspresikan berbagai gerakan tangan, kaki dan kepala sesuai hitungan. Penelitian ini dilandaskan pada teori dan konsep yang erat kaitannya dengan tindakan yang akan dilakukan antara lain mencakup teori tentang motorik kasar anak, perkembangan anak usia dini, permainan, permainan tradisional Toraja. Adanya stimulasi secara berulang-ulang yang aktif dilakukan anak meningkatkan motorik kasar anak. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan (action research), metode penelitian tindakan mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart yang dimodifikasi guna kepentingan penelitian yakni dilakukan dalam bentuk kolaboratif dan partisipatif. Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai perbaikan suatu praktek pendidikan melalui Permainan Tradisional dalam meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak. Bentuk penelitian tindakan pada penelitian ini yaitu dengan memberikan suatu tindakan pada subjek yang diteliti dengan Permainan Tradisional untuk mengetahui Peningkatan Motorik Kasar Anak pada Taman Kanak-Kanak B. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan motorik kasar, wawancara, dan observasi. Analisis data secara kuantitatif deskriptif dan secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa melalui permainan tradisional dapat meningkatkan motorik kasar anak dalam aspek lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif di kelompok B TK Ceria Bunga Bangsa. Dari adanya hasil tes dapat disimpulkan bahwa motorik kasar anak menunjukkan peningktan, ini terlihat dilihat dari hasil asessmen msing-masing aspek yakni pada aspek lokomotor rata-rata kelas mencapai 20,24%, aspek nonlokomotor mencapai 14,59% dan aspek manipulatif mencapai 21,03%. Jadi peningkatan keseluruhan aspek dari tes awal hingga akhir sebesar 22,22%. Kesimpulan hasil penelitian ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan bahwa motorik kasar anak dalam aspek lokomotor, nonlokomotor dan manipultif dapat meningkat melalui permainan tradisional dan telah mencapai target yang disepakati yakni rata-rata persentase anak sudah mencapai 71% bahkan pada penelitian ini rata-rata persentase akhir anak mencapai 83,18% dan telah melebihi standar yang disepakati. Implikasi terkait dengan hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan motorik kasar anak melalui permainan tradisional, antara lain: (1) stimulasi yang diberikan kepada anak sebaiknya diberikan melalui kegiatan yang menyenangkan dan salah satunya bisa dilakukan dengan
permainan tradisional daerah setempat, (2) alat bermain yang mudah di dapat, (3) memanfaatkan area yang tidak terlalu luas untuk motorik anak; (4) perlunya pemberian dukungan dan peran aktif guru untuk membantu agar anak dapat terus berkembang. Bibliografi : lembar 175-179
Tidak tersedia versi lain