Text
Analisis kuat penerangan buatan pada ruang belajar Program Studi Teknik Instalasi Tenaga Listrik berbasis perangkat lunak relux profesional : studi pada SMK Negeri 55 Jakarta
ABSTRAK
Rohmad Hidayat, Analisis Kuat Penerangan Buatan Pada Ruang Belajar Berbasis Perangkat Lunak Relux Profesional (Studi pada SMK Negeri 55 Jakarta). Skripsi. Jakarta, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2017. Dosen Pembimbing: Drs. Purwanto Gendroyono, MT. dan Mochammad Djaohar, ST., M.Sc.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kuat penerangan pada ruang belajar program studi Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Negeri 55 Jakarta. Hasil dari penelitian yang dilakukan juga akan membuktikan bahwa simulasi Relux Pro bisa menjadi cara yang tepat untuk memprediksi nilai kuat penerangan pada ruang belajar tersebut. Jika hasil penelitian menunjukan nilai kuat penerangan ruang belajar tersebut masih di bawah standar minimal menurut SNI, maka akan dibuat perbaikan desain untuk memperoleh penerangan di atas standar minimal pada ruangan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode rekayasa teknik dengan memanfaatkan tiga cara yaitu pengukuran, perhitungan manual dan simulasi Relux Pro. Cara pengukuran menggunakan Luxmeter sebagai alat ukur untuk mendapatkan nilai kuat penerangan yang terukur pada ruang belajar. Cara perhitungan manual berdasarkan standar tata cara perhitungan menurut SNI dan cara simulasi menggunakan program Relux Pro untuk memprediksi nilai kuat penerangan yang seharusnya terdapat pada ruang belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kuat penerangan rata-rata yang terukur dengan luxmeter di ruang belajar hanya 147 lux. Kemudian dengan cara perhitungan manual dan simulasi, nilai kuat penerangan yang seharusnya terdapat pada ruang belajar tersebut juga masih dibawah 300 lux.. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa dengan Relux Pro, akan lebih banyak simulasi dan hasil keluaran yang bisa diperoleh secara cepat dan dengan data yang lengkap serta tampilan yang estetis, sementara perhitungan manual hanya menghasilkan jumlah titik lampu dan nilai kuat penerangan pada bidang kerja saja. Kemudian pada perbaikan desain ruang belajar tersebut, untuk mencapai nilai kuat penerangan di atas 300 lux dapat diperoleh dengan merubah karakter warna dari dinding, plafon, lantai di dalam ruang kelas, mengganti sumber penerangan dengan lampu yang jumlah lumennya lebih tinggi serta mengurangi tingkat pengotoran di dalam ruang belajar tersebut.
Kata Kunci: Ruang belajar, Kuat penerangan Buatan, Pengukuran, Perhitungan, Simulasi Berbasis Relux Pro, Perbaikan Desain.
Bibliografi : lembar 113
| SS00012928 | SK 12928 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.05.2016.001) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain