Text
Supervisi pendidikan di SMA Negeri Kota Bekasi : studi kasus di SMAN 3 Kota Bekasi
ABSTRAC
Konsekuensi dari penerapan manajemen berbasis sekolah sebagai wujud penyelenggaraan otonomi pendidikan, maka dituntut peran maksimal dari seorang kepala sekolah. Kepala sekolah diharapkan memiliki kompetensi yang memenuhi standar kompetensi kepala sekolah sesuai ketetapan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah atau Madrasah. Supervisi pendidikan yang dijalankan oleh kepala sekolah SMAN 3 Kota Bekasi dengan mekanisme yang sedikit berbeda. Dimana kepala sekolah lebih menekankan pada peranan MGMP dalam hal supervisi akademis. Sedangkan kepala sekolah lebih menekankan pada supervisi klinis, walaupun begitu supervisi akademik juga tetap dijalankan oleh kepala sekolah. Tim kerja yang dibentuk dikhususkan untuk membantu supervisi pendidikan yang bersifat akademis dalam rangka memperbaiki kualitas layanan pendidikan dan proses belajar mengajar. Tim kerja pada awalnya dibentuk berdasarkan perintah lisan tanpa SK sehingga tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat sehingga dalam implementasinya sering ditemukan kendala.Atas dasar berbagai pertimbangan dan masalah di atas, maka kami tertarik untuk membahas tentang Supervisi Pendidikan oleh Kepala SMAN 3 Kota Bekasi. Peranan kepala sekolah dalam menjalankan supervisi pendidikan dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan mutu dan kompetensi guru di SMAN 3 Bekasi menjadi menarik untuk diteliti.
Bibliografi : lembar 150-151
| TM00004947 | TM 4947 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Penyiangan 2025 |
Tidak tersedia versi lain