Text
Pengaruh kualitas kehidupan kerja dan komunikasi terhadap kepercayaan guru pada Madrasah Aliyah Swasta Jakarta Barat
ABSTRAK
Kurang baiknya tingkat kepercayaan guru bisa terjadi jika kurangnya berbagi informasi atau kurangnya komunikasi yang dilakukan antara guru dengan guru atau guru dengan kepala sekolah atau sesama warga sekolah. Kepercayaan akan muncul jika adanya keterbukaan diantara sesama warga sekolah. Tanpa adanya keterbukaan, maka yang terjadi justru kecurigaan antara yang satu dengan yang lainnya. Terlebih lagi jika informasi yang berkaitan dengan masalah kesenjangan tingkat pendapatan antara guru. Ini bisa berdampak pada keinginan guru untuk keluar dari sekolah yang bersangkutan. Senada dengan kenyataan tersebut, “this understanding will lead to the fundamental element upon which all QWL activities must be based : trust among the stakeholders in the program. Pemahaman ini akan mengarah ke elemen dasar yang di atasnya semua kegiatan QWL harus didasarkan: kepercayaan di antara para pemangku kepentingan dalam program ini. Konijn menyatakan, “this characteristic of mediated communication influences issues such as presence or the development of trust”. Karakteristik ini komunikasi yang dimediasi mempengaruhi isu-isu seperti keberadaan atau pengembangan kepercayaan. Stroh, et.al yang menyatakan, ”QWL concept embodies theories and ideas of human relations movement. Konsep QWL mencakup teori dan ide-ide gerakan hubungan manusia. Berdasarkan hal tersebut dipandang perlu melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja dan komunikasi terhadap kepercayaan guru.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. dan menjelaskan hubungan kausal dengan analisis jalur (path analysis). Hasil uji coba instrumen kepercayaan dari 30 butir yang di uji cobakan, terdapat 3 butir yang tidak valid dengan koofisisen reliabilitas instrumen sebesar 0,920. Hasil analisis uji coba instrumen kualitas kehidupan kerja diketahui bahwa dari 30 butir yang di uji cobakan, terdapat 2 butir yang tidak valid dengan koefisisen reliabilitas instrumen sebesar 0,944. Hasil analisis uji coba instrumen komunikasi diperoleh nilai dari 30 butir yang di uji cobakan, terdapat 5 butir yang tidak valid dengan koefisisen reliabilitas instrumen sebesar 0,895. Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif dan inferensial
Berdasarkan hasil analisis data dan perhitungan statistik, temuan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1). Kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif langsung terhadap kepercayaan dengan koefisien korelasi 0,496 dan koefisien jalur 0,346. Artinya, kualitas kehidupan kerja yang baik akan mengakibatkan peningkatan kepercayaan guru Madrasah Aliyah Swasta di Jakarta Barat (2). Komunikasi berpengaruh positif langsung terhadap kepercayaan dengan koefisien korelasi 0,507 dan koefisien jalur 0,364. Artinya, komunikasi yang efektif akan mengakibatkan peningkatan kepercayaan guru Madrasah Aliyah Swasta di Jakarta Barat. (3). Kualitas kehidupan kerja berpengaruh langsung terhadap komunikasi dengan koefisien korelasi 0,412 dan koefisien jalur 0,412. Artinya, kualitas kehidupan kerja yang baik akan mengakibatkan komunikasi yang efektif antara guru di Madrasah Aliyah Swasta di Jakarta Barat. Dengan demikian terdapat pengaruh antara kualitas kehidupan kerja terhadap kepercayaan, komunikasi terhadap kepercayaan dan kualitas kehidupan kerja terhadap komunikasi, sehingga implikasinya adalah upaya peningkatan kepercayaan dilakukan melalui variabel kualitas kehidupan kerja dan komunikasi serta upaya peningkatan kualitas kehidupan kerja dilakukan melalui komunikasi.
Bibliografi : lembar 86-87
| TM00004937 | TM 4937 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2014.004) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Penyiangan 2025 |
Tidak tersedia versi lain