Text
Pengaruh ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, dan struktur kepemimpinan terhadap pengungkapan manajemen risiko : studi empiris pada perbankan Syariah di Indonesia tahun 2011-2014
ABSTRAK
Dwi Pangestuti, 2017: Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, dan Struktur Kepemilikan terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2011-2014.
Pembimbing: (I) Erika Takidah, S.E, M.Si; (II) Ratna Anggarini, SE., Akt., M.Si., CA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, dan struktur kepemilikan terhadap pengungkapan manajemen risiko perbankan syariah di Indonesia tahun 2011-2014. Ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan kepemilikan publik sebagai variabel independen, dan pengungkapan manajemen risiko sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu laporan tahunan Bank Umum Syariah. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 10 Bank Umum Syariah yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan peneliti. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis pada tingkat signifikansi sebesar 5%. Penelitian ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan dan kepemilikan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan manajemen risiko, sementara ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan manajemen risiko, sedangkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen risiko. Ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan kepemilikan publik secara bersama-sama atau simultan berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen risiko. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan kepemilikan publik mampu menjelaskan variabel dependen yaitu pengungkapan manajemen risiko sebesar 71,3%.
Kata kunci: ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, kepemilikan publik, dan pengungkapan manajemen risiko.
Bibliografi : lembar 82-86
Tidak tersedia versi lain