Text
Pengaruh keterlibatan kerja dan keterikatan pegawai terhadap efektivitas organisasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
RINGKASAN
Efektivitas organisasi merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan
atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan
ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran
seperti yang telah ditentukan, Upaya mengevaluasi jalannya suatu
organisasi, dapat dilakukan melalui konsep efektivitas. Konsep ini adalah
salah satu faktor untuk menentukan apakah perlu dilakukan perubahan
secara signifikan terhadap bentuk dan manajemen organisasi atau tidak.
Dalam hal ini efektivitas merupakan pencapaian tujuan organisasi melalui
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara efisien, ditinjau dari sisi
masukan (input), proses, maupun keluaran (output). Dalam hal ini yang
dimaksud sumber daya meliputi ketersediaan personil, sarana dan prasarana
serta metode dan model yang digunakan. Mengukur efektivitas organisasi
bukanlah suatu hal yang sangat sederhana, karena efektivitas dapat dikaji
dari berbagai sudut pandang dan tergantung pada siapa yang menilai serta
menginterpretasikannya. Tingkat efektivitas juga dapat diukur dengan
membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata
yang telah diwujudkan. Namun, jika usaha atau hasil pekerjaan dan tindakan
yang dilakukan tidak tepat sehingga menyebabkan tujuan tidak tercapai atau
sasaran yang diharapkan, maka hal itu dikatakan tidak efektif. Efektivitas
dalam organisasi sebagian besar tergantung dari keterlibatan kerja pegawai
atau SDM yang ada di dalam organisasi dan keterikatan (engagement) dari
para anggotanya di mana tindakan anggota ditujukan ke arah pencapaian
sasaran organisasi, dan respon perasaan senang maupun tidak senang
pegawai mengenai segala sesuatu di tempat kerja selama melaksanakan
tugas dan fungsinya hal ini menunjukkan bahwa jika respon perasaan bersifat
positif dapat mendorong peningkatan efektivitas organisasi. Sebagaimana
iv
dijelaskan oleh Steven G. Rogelberg, “job involvement contributes importantly
to organizational effectiveness, productivity, and morale by engaging
employees deeply in their work and making it a meaningful and fulfilling
experience”. Orang dengan keterlibatan kerja tinggi memfokuskan sebagian
besar perhatian pada pekerjaan mereka sehingga menjadi benar-benar
tenggelam dan menikmati pekerjaan tersebut. Hal ini merupakan
kepercayaan seseorang terhadap pekerjaannya dan merupakan fungsi
seberapa banyak pekerjaan tersebut dapat memuaskan keinginan
seseorang. Karyawan diharapkan dapat terlibat secara penuh dengan
pekerjaan mereka sehingga karyawan dapat menciptakan kinerja yang baik
dan akan berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugasnya.
Selanjutnya menurut McShane dan Von Glinow menjelaskan, “the popularity
of employee engagement is partly due to preliminary evidence that it
improves organizational effectiveness”. Tingginya keterikatan pegawai akan
memberikan pengaruh positif terhadap tingginya tingkat efektivitas organisasi.
Dan apabila keterikatan pegawai rendah maka akan mengakibatkan
rendahnya tingkat efektivitas organisasi. Berdasarkan uraian di atas, maka
penelitian ini mengambil judul pengaruh keterlibatan kerja dan keterlibatan
kerja terhadap efektivitas organisasi Badan Pengembangan SDM Aparatur
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif dan menjelaskan hubungan kausal
dengan analisis jalur (path analysis). Hasil uji coba tiap variabel berdasarkan
hasil perhitungan, validitas instrumen efektivitas organisasi dengan n = 20,
dari 35 butir pernyataan, terdapat 4 butir yang tidak valid (drop) dengan
besaran koefisien reliabilitas sebesar r = 0.9495. Validitas instrumen
keterlibatan kerja dengan n = 20, dari 35 butir pernyataan, terdapat 3 butir
yang tidak valid (drop) dengan besaran koefisien reliabilitas sebesar r =
0.9415. Validitas instrumen keterikatan pegawai dengan n = 20, dari 35 butir
v
pernyataan, terdapat 4 butir yang tidak valid (drop) dengan besaran koefisien
reliabilitas sebesar r = 0.9326. analisis data dilakukan dengan statistika
deskriptif dan inferensial.
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh langsung positif keterlibatan kerja terhadap efektivitas organisasi
dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,346 dan nilai koefisien korelasi sebesar
0,463. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan kerja yang baik akan
berpengaruh langsung positif terhadap peningkatan efektivitas organisasi.
Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
langsung positif keterikatan pegawai terhadap efektivitas organisasi dengan
nilai koefisien jalur sebesar 0,357 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,470.
Tingkat keterikatan pegawai terhadap organisasi akan mempengaruhi tingkat
efektivitas organisasi. Semakin tinggi tingkat keterikatan pegawai maka
semakin tinggi pula efektivitas organisasi. Sementara itu, hasil perhitungan
pengaruh keterlibatan kerja terhadap keterikatan pegawai menunjukan bahwa
keterlibatan kerja berpengaruh langsung positif terhadap keterikatan pegawai
dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,327 dan nilai koefisien korelasi sebesar
0,327. Ini memberikan makna bahwa perubahan yang terjadi pada
keterlibatan kerja akan berpengaruh langsung terhadap keterikatan pegawai.
| TM00002553 | TM 2553 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain