Text
Ekranisasi Novel Negeri 5 Menara Karangan Ahmad Fuadi dan implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur novel yang mengalami perubahan dalam ekranisasi novel Negeri 5 Menara karangan Ahmad Fuadi. Hal itu didasarkan pada latar belakang fakta bahwa banyak masyarakat umum yang kecewa terhadap film hasil adaptasi novel. Waktu penelitian dilakukan antara bulan Juni 2014 – November 2014. Teori yang digunakan untuk penelitian ini yaitu tentang ekranisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga perubahan dalam ekranisasi novel Negeri 5 Menara, yaitu: penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Aspek penciutan merupakan aspek yang paling banyak terjadi atau dominan dalam penelitian ini. Persentase dari aspek-aspek ekranisasi tersebut diantaranya 52% mengalami penciutan, 10% mengalami penambahan, dan 38% mengalami perubahan bervariasi. Penciutan pada film hasil ekranisasi novel Negeri 5 Menara karangan Ahmad Fuadi terjadi pada tokoh dan beberapa sekuen penting. Tokohtokoh di dalam novel banyak yang tidak dimunculkan di dalam film. Selain itu, sekuen-sekuen penting yang mengalami penciutan di dalam film seperti sekuensekuen yang menggambarkan perjuangan Alif di Pondok Madani. Meskipun mengalami perubahan pada beberapa sekuen, tetapi cerita dari film tersebut sama dengan novelnya. Aspek-aspek perubahan dalam ekranisasi terjadi karena beberapa alasan, seperti pembatasan durasi pada film, sudut pandang tim pembuat film dalam memandang cerita di dalam novel, dan sebagainya. Penelitian ini berimplikasi pada pengajaran bahasa Indonesia bidang sastra khususnya pada unsur-unsur intrinsik dan nilai pendidikan dalam novel sehingga guru dapat membimbing siswa dalam menemukan unsur-unsur tersebut di dalam novel.
Kata kunci: ekranisasi, penciutan, penambahan, perubahan bervariasi.
The purpose of this study is to describe the structure of the novel that underwent changes in the novelization of Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi. It was based on the background of the fact that many general public were disappointed with the film as a result of novel adaptation. The time of the study was carried out between June 2014 - November 2014. The theory used for this study was about ekranisasi. The results showed that there were three changes in the exploitation of the Negeri 5 Menara novel, namely: shrinking, adding, and varying changes. The shrinking aspect is the most prevalent or dominant aspect in this study. The percentage of aspects of ekranisasi including 52% experienced shrinkage, 10% experienced an increase, and 38% experienced varied changes. The downsizing of the film produced by the novel Negeri 5 Menara written by Ahmad Fuadi occurred in figures and several important sequences. Many characters in the novel don't appear in the film. In addition, important sequences which experience shrinking in films such as sequences are truly illustrating Alif's struggle at Pondok Madani. Despite experiencing changes in several sequences, but the story of the film is the same as the novel. Aspects of change in ekranisasi occur for several reasons, such as limiting the duration of the film, the viewpoint of the filmmaking team in looking at the story in the novel, and so on. This study has implications for the teaching of Indonesian language in the field of literature, especially on the intrinsic elements and the value of education in the novel so that the teacher can guide students in finding these elements in the novel.
Keywords: ekranisasi, shrinking, addition, changes vary.
| SS00002588 | SK 2588 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - PSKR 2026 |
Tidak tersedia versi lain