Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Sexual identity crisis in Alex Sanchez's so Hard To Say

Vidiarsi, Metrida Ananda - Nama Orang;

This study focuses on analyzing the sexual identity crisis Frederick experienced and his performativity in order to hide his sexual identity from his family and school peers in So Hard to Say by Alex Sanchez. Through the use of descriptive analytical interpretative method, Sedgwick’s concept of homosexuality, and Butler’s performativity theory, it aims to examine how Frederick deals with sexual identity crisis and how he performs his gender regarding his sexual identity. The results of this study show that Frederick’s mother’s repeated actions of sabotaging his quality time with his father indirectly constructs him as feminine due to the failure of engaging masculinity. Frederick’s religious view as a Lutheran which forbids homosexuality and homophobic behavior of his peers make him hides his sexual identity as gay in order to avoid hatred towards homosexuals. It results in Frederick hides his femininity and repeatedly performs as masculine through playing soccer. However, Frederick experiences homosocial desire as he cannot deny his sexual attraction to Victor. He also experiences homosexual panic when he is anxious of being labeled as gay if he is associated with Iggy. When he comes out of the closet, Frederick is finally being accepted by some of his peers, even though most of them still cannot accept him as gay.
Keywords: Sexual identity, gay, homosexuality, performativity, Frederick
Penelitian ini menganalisa krisis identitas seksual yang dialami Frederick dan performativitasnya dalam menyembunyikan identitas seksualnya dari keluarga dan teman sekolahnya dalam novel So Hard to Say karya Alex Sanchez. Dengan menggunakan metode analisa deskriptif interpretative, konsep homoseksualitas dari Eve Kosofsky Sedgwick, dan performatifitas gender dari Judith Butler penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Frederick menghadapi krisis identitas seksual dan bagaimana dia menampilkan gendernya terkait identitas seksualnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aksi yang diulangulang dalam menyabotase waktu bersama ayahnya yang dilakukan ibu Frederick secara tidak langsung mengonstruksinya menjadi feminin karena kegagalan membentuk maskulinitas. Pandangan agama Frederick sebagai seorang Lutheran yang melarang homoseksualitas dan perilaku homofobia dari teman-temannya membuat Frederick menyembunyikan identitas seksualnya sebagai lelaki penyuka sesama jenis untuk menghindari kebencian terhadap homoseksual. Hal ini mengakibatkan Frederick menyembunyikan femininitasnya dan berulang kali tampil maskulin dengan bermain sepak bola. Namun, Frederick mengalami homosocial desire saat ia tidak bisa menolak ketertarikan seksualnya terhadap Victor. Ia juga mengalami homosexual panic ketika cemas akan dilabeli sebagai gay jika ia diasosiasikan dengan Iggy. Ketika comes out of the closet, Frederick akhirnya diterima oleh beberapa teman sekolahnya, walaupun sebagian besar belum bisa menerimanya sebagai laki-laki penyuka sesama jenis.Kata kunci: Identitas seksual, gay, homoseksualitas, performativitas, Frederick


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ SK 14165
SS00014165
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 14165
Penerbit
Jakarta : Prodi Sastra Inggris FBS UNJ., 2017
Deskripsi Fisik
ix, 65 lembar ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Identity Seksual
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Metrida Ananda Vidiarsi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?