Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Fungsi lembaga bimbingan belajar sebagai sistem pendidikan formal : studi kasus Lembaga Bimbingan Belajar LP3I Course Center Rawamangun

Mardiansya, Angga - Nama Orang;

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif keikutsertaan masyarakat pada lembaga bimbingan belajar di luar sekolah. Selain itu, penelitian ini memberikan gambaran secara umum mengenai fungsi lembaga bimbingan belajar sebagai sub sistem pendidikan formal.
Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian total berjumlah 7 informan yang terdiri dari 3 orang informan berasal dari pengelola lembaga bimbingan belajar LP3I Course Center Rawamangun (kepala cabang, kepala akademik, dan pengajar). Selanjutnya, 2 orang informan lain merupakan siswa bimbingan belajar, seorang informan yang merupakan orang tua siswa yang mengikuti lembaga bimbingan belajar, dan seorang informan yang merupakan dosen PLS-UNJ (praktisi pendidikan). Lokasi penelitian berada di Jalan Balai Pustaka Timur B22, No.39, Rawamangun, Jakarta Timur.
Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa motif keikutsertaan masyarakat (siswa dan orang tua) pada lembaga bimbingan belajar disebabkan oleh fungsi-fungsi yang dimiliki lembaga bimbingan belajar LCC Rawamangun yang dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Fungsi-fungsi yang terdapat pada lembaga bimbingan belajar menegaskan bahwa lembaga bimbingan belajar tidak hanya dipandang sebagai bentuk pendidikan nonformal yang selama ini dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Berdasarkan fungsinya, lembaga bimbingan belajar dapat dikatakan sebagai bagian atau sub sistem pendidikan formal. Selain itu, peneliti menemukan bahwa pada lembaga bimbingan belajar LCC Rawamangun tidak menjalankan keseluruhan fungsi AGIL dengan baik. Terjadi kegagalan fungsi pada pencapain tujuan (goal attainment) yang terlihat pada grafik perolehan hasil nilai UN yang tidak meningkat secara konsisten.

This study aims to describe the motives of community participation in counseling institutions outside school learning. In addition, this study provides a general overview of the function of the tutoring institution as a sub-system of formal education.
This research uses a qualitative approach with descriptive type. Data collection techniques used observation techniques, in-depth interviews, and documentation. Total research subjects amounted to 7 informants consisting of 3 informants from the manager of LP3I Course Center Rawamangun guidance institute (branch head, academic head, and teacher). Furthermore, 2 other informants were students of study guidance, an informant who was a parent of students who attended the tutoring institute, and an informant who is a lecturer PLS-UNJ (education practitioner). The research location is located at Balai Pustaka Timur Street B22, No.39, Rawamangun, East Jakarta.
The findings of this study indicate that the motives of community participation (students and parents) in the institution of learning guidance is caused by the functions of LCC Rawamangun guidance counseling institutions that can optimize the learning process. The functions contained in the guidance agency emphasize that the institution of learning guidance is not only seen as a form of non-formal education that has been understood by most people. Based on its function, learning guidance institution can be said as part or sub system of formal education. In addition, the researcher found that in LCC Rawamangun guidance counseling agency did not run the whole function of AGIL well. There is a malfunction of the goal attainment seen on the graph of the UN score that does not increase consistently.


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ SK 15050
SS00015050
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 15050
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pendidikan Sosiologi FIS UNJ., 2017
Deskripsi Fisik
xii, 148 lembar : il. ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pendidikan Formal
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Angga Mardiansya
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?