Text
Aksi kolektif dalam menjaga kelestarian alam : studi kasus komunitas Trashbag Pusat, Pejaten Barat, Pasar Minggu Jakarta Selatan
Penelitian ini menjelaskan bagaimana aksi kolektif dalam bidang lingkungan yang dilakukan oleh Komunitas Trashbag. Komunitas Trashbag ini merupakan komunitas yang berfokus pada permasalahan sampah di gunung. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yakni pertama untuk mendeskripsikan strategi aksi kolektif yang dilakukan oleh Komunitas Trashbag dalam upaya mengurangi sampah di gunung. Kedua, utntuk mendeskripsikan hambatan apa saja yang dialami Komunitas Trashbag dalam melakukan aksinya. Ketiga, untuk mendeskripsikan hasil dari aksi kolektif yang dilakukan oleh Komunitas Trashbag.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dengan melibatkan 4 orang informan kunci, yang terdiri dari Pendiri dan Ketua Komunitas Trashbag, Sekretaris Jenderal Komunitas Trashbag, Pelatihan dan Pengembangan (Litbang) Komunitas Trashbag dan Sekretaris Komunitas Trashbag. Penelitian dilakukan di Sekretariat Pengurus Pusat Komunitas Trashbag, Jalan Pejaten Barat No. 8, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Waktu Penelitian pada bulan Oktober hingga November 2017. Penulis menggunakan konsep Aksi Kolektif (Collective Action).
Hasil penelitian yang ditemukan oleh penulis menunjukkan bahwa, pertama, strategi Komunitas Trashbag dalam upaya mengurangi sampah di gunung adalah Blow up isu lingkungan, menciptakan aktor gerakan, memobilisasi opini melalui media sosial, memanajemen konflik, memperkuat jaringan serta melaksanakan metode aksi, edukasi dan pengawasan. Kedua, Hambatan yang dialami Komunitas Trashbag dalam melakukan aksi kolektif ada dua sumber yaitu internal dan eksternal. Ketiga, Hasil dari aksi kolektif yang dilakukan oleh Komunitas Trashbag adalah pada kegiatan Sapu Jagad 2017 ini Komunitas Trashbag berhasil membawa turun sebanyak 3317,6 kilogram sampah dari ke tujuh belas gunung di Indonesia.
This research explains the collective action in the field of environment conducted by the Trashbag Community. The Trashbag Community is a community that focuses on mountain rubbish issues. The study has three main objectives, firstly to describe the collective action strategy undertaken by the Trashbag Community in an effort to reduce waste in the mountains. Secondly, to describe whatever obstacles the Trashbag Community has experienced in its action. Third, to describe the results of the collective action undertaken by the Trashbag Community.
This research methodology used qualitative approach with case study method. Involving 4 key informants, consisting of Founders and Leaders of Trashbag Community, Secretary General of Trashbag Community, Training and Development (R & D) of Trashbag Community and Secretary of Trashbag Community. The research was conducted at the Secretariat of Trashbag Community Center, West Pejaten Street No. 8, West Pejaten, Pasar Minggu, South Jakarta. Time Research from October to November 2017. The author uses the concept of Collective Action (Collective Action).
The results of the research found by the authors show that, first, the Trashbag Community strategy in order to reduce waste in the mountains is Blow up environmental issues, create movement actors, mobilize opinions through social media, manage conflict, strengthen networks and implement methods of action, education and controlling. Second, the barriers that the Trashbag Community faces in collective action are two internal and external sources. Third, the result of the collective action carried out by the Trashbag Community is on the sweep of the Sapu Jagad at 2017 Trashbag Community managed to bring down 3317.6 kilograms of waste from the seventeen mountains in Indonesia.
Tidak tersedia versi lain