Text
Konsep diri gay di perkotaan : studi kasus 5 mahasiswa gay di Jakarta
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana proses adaptasi diri yang terjadi pada kehidupan gay serta bagaimana para kaum gay mampu merealisasikan diri mereka. Penelitian ini dilakukan dengan melihat fakta bahwa terdapat stigma negatif yang selama ini kerap hadir di kehidupan kaum gay. Dengan semakin terbukanya masyarakat, sebagian masyarakat sekarang justru tidak lagi begitu mempermasalahkan keberadaan kaum gay. Sebagian besar kaum gay mulai berani untuk coming out. Coming out itu sendiri merupakan pengungkapan diri ke masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Total informan yang diteliti berjumlah 5 orang yang terdiri dari mahasiswa jurusan yang berbeda dan universitas yang berbeda. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan para informan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur, dan studi pustaka lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan temuan data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa kelima informan harus beradaptasi di dalam keluarga dan masyarakat sebelum coming out atau setelah coming out. Penerimaan diri sangat penting sebelum melakukan proses coming out, sedangkan penerimaan dari keluarga dan masyarakat tetap menjadi suatu hal yang dapat menimbulkan pro dan kontra. Ketika penerimaan didapat oleh mereka maka mereka akan percaya diri sedangkan jika mereka menerima penolakan maka mereka cenderung dicemooh lalu memutuskan untuk pindah rumah. Kaum gay menjadi diri mereka sendiri sebagai “I” dan juga berusaha bertindak pada pertimbangan norma-norma sebagai “Me” tidak akan lepas dari diri individu karena pada dasarnya saling berhubungan. Sebelum atau sesudah melakukan proses coming out, “I” dan “Me” senantiasa tetap berada di dalam individu dalam proses pembentukan identitas sebagai gay. Kata Kunci : Konsep Diri, Homoseksual, Gay, Perkotaan
This study aims to describe how the process of self adaptation that occurs in gay life and how the gays are able to realize themselves. This study was conducted by looking at the fact that there is a negative stigma in the lives of gays With the opensociety, some people are no longer so concerned about the existence of gays. Most of the gays start to coming out. Coming out itself is a self-disclosure to society. This research uses qualitative approach with case study method. Total informants amounted to 5 people consisting of students of different majors and different universities. Research data were obtained through snowball technique, observation and interview with informants. In data collection, researcher uses primary and secondary data. Primary data was obtained by in-depth interview. While the secondary data obtained from literature studies, and other literature studies related to this research. Based on the findings of data obtained in this study can be seen that the five informants must adapt in the family and community before coming out or after coming out. Self-acceptance is very important before the process of coming out, while the acceptance of family and society remains a thing that can cause pros and cons. When acceptance is obtained by them then they will be confident but if they accept rejection then they tend to be booed and decided to move house. Gay people become themselves as "I" and also try to act on the consideration of norms as "Me" will not be separated from the individual self because basically interconnected. Before or after the process of coming out, "I" and "Me" always remain within the individual in the process of forming self-concept as gay. Keywords : Self-concept, Homosexual, Gay, Urban
| SS00015999 | SK 15999 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain