Text
Dari seksualitas sampai spiritualisme kritis : biografi intelektual Ayu Utami (1998-2014)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan pemikiran Ayu Utami sebagai penulis perempuan yang mengangkat tema yang berkaitan dengan seksualitas dan penggambaran perempuan melalui sudut pandang perempuan serta kondisi sosial masyarakat di dalam karyanya dengan latar belakang sejarah dari tahun 1998-2014. Batasan awal penelitian ini adalah tahun 1998, saat novel Ayu Utami yang berjudul Saman diterbitkan dan menjadi kontroversial karena tema seksualitas yang diangkatya, sejak saat itu Ayu Utami mulai menunjukkan produktifitas dalam menghasilkan karya sastra berupa novel maupun otobiografinya. Sedangkan, batasan akhir dari penelitian ini adalah tahun 2014 karena pada tahun tersebut ditandai dengan terbitnya novel Ayu Utami yang mengusung tema dan konsep pemikiran baru yaitu Spiritualisme Kritis yang berjudul Simple Miracles. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang yang disajikan dalam bentuk deskriptif naratif. Adapun sumber yang digunakan adalah sumber tertulis dan sumber lisan, baik primer maupun sekunder. Sumber tertulis primer digunakan antara lain berupa novel yang ditulis oleh Ayu Utami. Sedangkan, sumber tertulis sekunder adalah buku yang relevan dan artikel sesuai dengan pembahasan. Selain itu, penelitian ini juga melakukan wawancara dengan narasumber, dalam hal ini Ayu Utami. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemikiran Ayu Utami yang awalnya mengangkat tema seksualitas dan tema keperempuanan ini tidak lepas dari pengalaman hidupnya juga pengalaman perempuan-perempuan di sekitarnya dalam hal ini kedua Bibinya dan guru-guru perempuan pada saat dia sekolah. kreativitas Ayu Utami dalam menulis tidak terlepas dari kecintaannya pada ilmu linguistik dan pengalaman-pengalaman dia saat menjadi wartawan di beberapa koran pada saat Masa Orde Baru. Pendidikan orang tua yang menganut faham Feodal Jawa dalam membuat Ayu Utami menjadi perempuan yang tidak ingin diatur dengan nilai yang tidak sesuai dengan dirinya sehingga ketika dewasa kebebasan dalam mengungkapkan pemikiran maupun pendapat membuat Ayu Utami tidak ragu untuk menulis segala sesuatu, khususnya seksualitas perempuan. Disamping itu, melalui karyanya pun Ayu Utami juga mengungkapkan mengenai persoalan ketidakadilan yang dirasakan perempuan dalam kehidupan.
Spiritualisme Kritis diperkenalkan Ayu Utami karena pada Periode Awal Reformasi bahkan hingga kini banyak oknum yang menggunakan agama untuk alasan yang tidak baik dan menyakiti satu sama lain. Sehingga Ayu Utami menawarkan sebuah konklusi yang ia sebut Spiritualisme Kritis yang artiya percaya pada hal-hal yang spiritual tanpa mengkhianati nalar kritis. Konsep tersebut disebarkan Ayu Utami melalui program-programnya di Komunitas Salihara agar masyarakat dapat memahami dan mengilhami pemikirannya agar dapat diaktualisasikan di kehidupan bermasyarakat,agar keadaan damai. Kata kunci : Sejarah, Konsep, Feminisme, Patriarki, Seksualitas, Spiritualisme Kritis
This research aims to describe the change of Ayu Utami's thought as a female writer with theme related to sexuality and women's depiction through women's point of view and social condition of society in her work with historical background from 1998-2014. The initial limitation of this research is 1998, when a novel by Ayu Utami titled Saman published and became controversial because of the theme of sexuality that she concern in, since then Ayu Utami began to show productivity in producing literary works in the form of novels and autobiography. Meanwhile, the final limitation of this research is the year 2014 because in that year marked by the publication of novel Ayu Utami which brought the theme and new concept of Critical Spiritualism entitled Simple Miracles This research uses historical method which is presented in the form of descriptive narrative. The sources used are written sources and oral sources, both primary and secondary. Primary written sources are used, among others, in the form of novels written by Ayu Utami. Whereas, secondary written sources are relevant books and articles according to the discussion. In addition, this study also conducted interviews with resource persons, in this case Ayu Utami. The result of the research shows that Ayu Utami thought that initially took the theme of sexuality and feminine theme is not separated from the experience of his life also experience the women around her in this case both her aunt and female teacher at school. Ayu Utami's creativity in writing is inseparable from her love of linguistics and her experiences as a journalist in several newspapers during the New Order Period. The education of parents who embraced Feodal Javanese in making Ayu Utami a woman who does not want to be regulated with values that are not in accordance with her so that when adults freedom in expressing thoughts and opinions make Ayu Utami not hesitate to write everything, especially female sexuality. Besides, through her works Ayu Utami also revealed about the problem of injustice felt by women in life. Critical Spiritualism was introduced by Ayu Utami because in the Early Reform Period even up to now many people use religion for bad reasons and hurt each other. So Ayu Utami offers a conclusion which he calls Critical Spiritualism which means to believe in spiritual things without betraying critical reason. The concept is disseminated Ayu Utami through its programs in Komunitas Salihara so that people can understand and inspire her thoughts to be actualized in community life, so that the state of peace. Keywords: History, Concepts, Feminism, Patriarchy, Sexuality, Critical Spiritualism
| SS00015996 | SK 15996 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.005) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain