Text
Peranan rumah singgah dalam pembentukan kapital budaya anak jalanan : studi pada 3 anak jalanan di Rumah Langit Kramat Jati Jakarta Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan rumah langit dalam pembentukan kapital budaya anak jalanan serta untuk mengetahui dampak yang dihasilkan program di rumah langit dalam mengembangkan kapital budaya anak jalanan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan desktiptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah 3 orang pengurus rumah langit, 1orang tua anak jalanan, dan 3 anak jalanan yang menjadi peserta didik di rumah langit. Penelitian ini menggunakan konsep kapital budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah langit memiliki peranan dalam membentuk kapital budaya anak jalanan. Kapital budaya yang dibentuk berupa kapital budaya embodied, terobjektifikasi, dan terlembagakan. Kapital budaya embodied merupakan soft skills yang diperoleh melalui program pengembangan karakter, bimbingan belajar, dan program keterampilan yang secara tidak langsung juga membentuk soft skills anak jalanan. Kapital budaya terobjektifikasi merupakan hard skills yang berupa hasil karya dari pelaksanaan program keterampilan. Kapital budaya terlembagakan merupakan bantuan dari rumah langit untuk mengembalikan anak jalanan ke pendidikan formal. Pelaksanaan program keterampilan hard skills dan soft skill di rumah langit memiliki dampak terhadap anak jalanan. Dampak tersebut berupa dampak ekonomi, sosial, dan psikologis.
This study aims to describe how the role of rumah langit in the formation of street children’s capital cultural and to know the impact of programs in developing street children’s capital cultural.
This research used a qualitative method. The approach used is descriprive approach. The research data obtained through observation, documentation, and depth interview with subject of this study are 3 person housekeeper of Rumah Langit. 1 street children parents, and 3 street children who become learners in the Rumah Langit. This research uses the concept of capital cultural.
This research result show that the Rumah Langit has a role in shaping the capital cultural of street children. Capital cultural formed in the form embodied, objectification, and institutional capital cultural. Capital cultural embodied is a soft skills acquired through character development programs, tutoring, and skills programs that indirectly also form the soft skills of street children. Capital cultural objectivication is a hard skills in the form of the work of the implementation of skills program. Capital cultural institutional is an aid from Rumah Langit to restore street children to formal education. The implementation of the hard skills and soft skills programs in Rumah Langit has an impact on street children. Such impacts are economic, social, and psychological impacts.
| SS00015994 | SK 15994 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.002) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain