Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pemetaan lorong Gua Garunggang untuk geowisata di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Grandis Kumala Sari - Nama Orang;

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memetakan lorong Gua Garunggang sehingga dapat dibuat rekomendasi kegiatan geowisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh stasiun survey pada setiap sistem lorong gua yang berjumlah 93 stasiun yang meliputi 26 stasiun pada Sistem Lorong Gua 1 dan 67 stasiun pada Sistem Lorong Gua 2. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sistem lorong gua dengan tipe lorong berair yang terbentuk di wilayah Gua Garunggang. Sistem Lorong Gua 1 memiliki panjang lorong gua sejauh 95,12 meter dengan satu pintu masuk gua yaitu pintu masuk gua 1 (entrance 1) dan empat aven (lubang pada atap lorong gua). Sistem Lorong Gua 1 dibagi menjadi empat sublorong gua dengan bentuk lorong seluruhnya horizontal. Klasifikasi pada sublorong 1 dan sublorong 2 termasuk akses semi terbatas, sedangkan sublorong 3 dan sublorong 4 termasuk akses terbatas. Sublorong 2 merupakan sublorong dengan ornamen paling beragam sedangkan sublorong 3 tidak memiliki ornamen sama sekali. Sistem lorong gua 2 memiliki jarak lorong mencapai 353,65 meter. Terdapat tiga pintu masuk gua dan satu aven. Pintu masuk gua 3 digunakan untuk wisatawan umum sedangkan pintu masuk gua 2 dan pintu masuk gua 4 untuk wisatawan khusus. Sistem lorong gua 2 dibagi menjadi tujuh sublorong gua dengan kondisi sublorong 1 berupa lorong campuran horizontal dan vertikal. Sedangkan sublorong lainnya berupa lorong horizontal. Klasifikasi pada sublorong 1 termauk akses terbatas dan sublorong 2 – sublorong 7 termasuk akses semi terbatas. Walaupun sublorong 1 termasuk lorong terbatas namun memiliki jenis ornamen paling banyak. Dilanjutkan dengan sublorong 2, sublorong 5, sublorong 3, dan sublorong 7. Sublorong 6 hanya terdapat satu jenis ornamen sedangkan sublorong 4 tidak terdapat ornamen. Berdasarkan kondisi di atas maka dapat dibuat rekomendasi jalur penelusuran gua untuk wisatawan umum, wisatawan khusus, dan wisatawan edukasi.

The purpose of this research is to map passage of Garunggang cave so that can be made a recommendation for geotourism activity. This research used the descriptive method. The population of this research are all survey station in each cave system which amount 93 stastion covering 26 station in first cave system and 67 station in second cave system. This research held on 2 – 4 September 2016. The research results show that there are two cave system is formed in the Garunggang Cave. Both of them including type of watery cave and the majority is the cave horizontal. First cave system have a distance about 95,12 meters with one entrance that’s a Entrance 1 and four aven (a hole on the top of passage cave). First cave system divided into four subsystem with classification for subsystem 1 and subsystem 2 including semi – limited access and subsystem 3 and subsystem 4 including limited access. Subsystem 2 is the subsystem with most various ornament but subsystem 3 have not ornament. Second cave system have a distance about 353,65 meters. Second cave system have three entrance and one aven. Entrance 3 use for general tourist and Entrance 2 with Entrance 4 for special tourist. Second cave system divided into seven subsystem with subsystem 1 including limited access and for subsystem 2 until subsystem 7 including semi – limites access. Although subsystem 1 including limited access, but have most various ornament. Followed by subsystem 2, subsystem 5, subsystem 3, and subsystem 7. Subsystem 6 only have one type of ornament and subsystem 4 have not ornament.Based on the above condition, it can be made a recommendation cave tour track for general tourist, special tourist, and educational tourist.


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.002) SK 16194
SS00016194
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 16194
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pendidikan Geografi FIS UNJ., 2018
Deskripsi Fisik
xv, 100 lembar : il. ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pemetaan Lorong Gua
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Grandis Kumala Sari
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?