Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Konsep ibadah Syaikh Abdul Qadir AL-Jilani dalam Kitab Sirr Al-Asrar

Bagus Prastya - Nama Orang;

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesalah pahaman masyarakat terhadap esensi ibadah. Banyak orang yang beribadah hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Hal ini ditandai dengan perilaku yang menyimpang oleh beberapa orang. Maka penulis tertarik untuk meneliti konsep ibadahnya Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani agar mendapat solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui konsep ibadah menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani dalam kitb Sirr al-Asrâr. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis konten. Teori yang digunakan adalah berasal dari berbagai buku, antara lain: Tasawuf Sosial, Al-Qur’an, Sebagai Ilmu Kesehatan Jiwa, Psikologi Islam, dll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ibadah Syaikh Abdul Qâdir a-lJîlani memiliki dua dimensi, yakni dimensi syari’ah dan dimensi thariqah atau tasawuf. Shalat menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlânî terbagi menjadi dua, yaitu shalat syari’ah dan shalat thariqah. Zakat menurut Syaikh Abdul Qâdir alJîlânî ada dua, yaitu zakat syari’ah dan zakat thariqah. Puasa menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlânî ada tiga, yaitu puasa syari’ah, puasa thariqah, dan puasa hakikat. Haji menurut Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlânî ada dua, yaitu haji syari’ah dan haji thariqah. Ibadah syari’ah dan thariqah harus dijalankan bersama-sama. Dan ibadah secara syari’ah terbatas pada waktu dan tempat, sedangkan ibadah secara thariqah tidak terbatas pada waktu dan tempat atau dilakukan seumur hidup.

This research is motivated by misunderstanding of society towards the essence of worship. Many people who worship just abort the obligation only. It is characterized by a distorted behavior by some people. So the author is interested to examine the concept of worship Shaykh Abdul Qadir al-Jîlani in order to get a solution to solve the problem. This research aims to know the concept of worship according to Shaykh Abdul Qadir al-Jîlani in the kitb Sirr al-Asrâr. This research uses qualitative approach of content analysis. The theory used is derived from various books, among others: Social Sufism, Al-Qur'an, As the Science of Mental Health, Islamic Psychology, etc. The results showed that the concept of worship Shaykh Abdul Qadir a-lJîlani has two dimensions, namely the dimensions of syari'ah and dimension of tariqah or tasawuf. Prayer according to Shaykh Abdul Qadir al-Jîlânî is divided into two, namely shariat shari'ah and shariat thariqah. Zakat according to Shaykh Abdul Qadir al-Jîlânî there are two, namely zakat shari'ah and zakat thariqah. Fasting according to Shaykh Abdul Qadir al-Jîlânî there are three, namely fasting shari'ah, fasting tariqah, and the fasting of the essence. Hajj according to Shaykh Abdul Qadir al-Jîlânî there are two, namely Shari'ah and Hajj thariqah. Shariah and tariqah worship must be run together. And worship by Shari'ah is limited to time and place, while worship by tariqah is not limited to time and place or is done for life.


Ketersediaan
SS00016230SK 16230UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.002)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 16230
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ., 2018
Deskripsi Fisik
xiii, 76 lembar ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Ibadah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Bagus Prastya
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik