Text
Gambaran kemampuan empati mendengarkan guru bimbingan dan konseling pada siswa bermasalah
Penelitian survey ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kemampuan empati mendengarkan guru bimbingan dan konseling pada siswa bermasalah. Populasi penelitian ini adalah guru BK SMA Negeri se-Jakarta Timur dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 106 Guru BK. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah survey yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket yang terdiri dari 42 butir pernyataan dengan hasil uji reliabilitas didapatkan 0,9405 yang artinya sangat reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar empati mendengarkan guru BK pada siswa bermasalah berada pada ketegori sedang. Artinya guru BK cukup mampu berempati saat mendengarkan siswa bermasalah. Namun untuk guru BK berusia 41-50 tahun terjadi penurunan empati dan empati guru perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga diperlukan pelatihan konseling.
This survey research aimed to obtain information about the ability of empathic listening skill guidance and counseling teachers for troubled student. The population of this study was guidance and counselling teachers in East Jakarta state Senior high school and the sampel in this study 106 teachers. Using proportional random sampling technique. The research method used is descriptive survey. Data collection using questionnaire with 42 items and The results for reliability test obtained 0.9405 which means very reliable. The results showed that the most empathic listening skill counselling teachers for troubled student in average category. It means that guidance and counseling teachers are quite able to empathize when listening to problem students. However, the criteria of guidance and counseling teachers aged 41-50 years have decreased empathy and empathy for female teachers higher than men, so counseling training is required.
Tidak tersedia versi lain