Text
Gambaran bentuk kekerasan emosional oleh orang tua pada anak jalanan usia remaja (15-21 tahun) di Kota Bogor : survei pada Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan Bogor
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran bentuk kekerasan emosional oleh orang tua pada anak jalanan usia remaja (15-21 tahun) di Kota Bogor. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 50 anak jalanan yang keseluruhan populasi dijadikan sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket berisikan 48 butir pernyataan yang berasal dari teori Shannon (2009) mengenai bentuk kekerasan emosional. Hasil uji validitas dikonsultasikan dengan r tabel 0,355. Sedangkan untuk uji reliabilitas didapat 0,932 yang artinya sangat reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kekerasan emosional oleh orang tua pada anak jalanan usia remaja (15-21 tahun) di Kota Bogor cenderung pada tingkat yang sedang (52%). Kekerasan emosional yang paling tinggi dialami oleh anak jalanan berada pada aspek merusak (72%), tidak mempedulikan anak (64%), dan penolakan (63%). Anak jalanan yang mengalami kekerasan emosional oleh orang tua akan terbiasa berada di jalan dan tidak ingin pulang ke rumah. Hal ini dapat menyebabkan angka pertumbuhan anak jalanan di Indonesia semakin meningkat. Anak jalanan yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya juga akan menimbulkan perilaku-perilaku negatif yang berujung pada kenakalan remaja dan di sisi lain akan menimbulkan trauma dan gangguan emosional pada diri mereka. Untuk mengatasi masalah ini Guru BK dan Lembaga Swadaya Masyarakat hendaknya memberikan pendampingan terhadap anak jalanan untuk trauma healing melalui konseling maupun pendidikan untuk mereka. Kata Kunci: kekerasan emosional, orang tua, anak jalanan
This research aimed to obtain information on emotional abuse from parents to teen street children (15-21 years old) in Bogor. The population in this study were 50 street children which collected through saturated sampling technique. This reasearch using descriptive survey method. Data collection used 48 item on emotional abuse theory by Shannon (2009). Validity test result in consult with r table at 0,355 and reliability is 0,932 which means that the questionnaire is highly reliable. The results showed that overall emotional abuse from parents to teen street children (15-21 years old) in Bogor is 52% (average). The most severe emotional abuse experienced by street children was in corrupting (72%), ignoring (64%), and rejecting (63%). Street children who experience emotional abuse by parents tend to be on the street and often do not want to go back to home. This can cause the growth rate of street children in Indonesia is increasing. Street children who get less attention from their families will also cause negative behaviors that lead to juvenile delinquency and which cause traumatic and emotional disturbance as well. To overcome this problem, Guidance and Counseling Teachers and Non Government Organizations should provide assistance to street children for trauma healing through counseling and education. Keywords: emotional abuse, parents, street children
| SS00016252 | SK 16252 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.01.2018.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain