Text
Fungsi musik dalam seni beladiri pencak silat Ibing Panglipur Galih
Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui bagaimana fungsi musik dalam seni beladiri pencak silat Ibing Panglipur Galih serta mendokumentasikan teknik permaina, pola ritmik tabuh kendang dan tarompet iringan musik Ibing Panglipur Galih dalam bentuk notasi.
Metode Penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik analisis konten. Tempat penelitian ini yaitu di Garut, Jawa Barat. Adapun penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Januari 2018.
Hasil Penelitian Ibing Panglipur Galih merupakan salah satu kreasi dari Padepokan Kasundan. Keragaman teknik dan pola ritmik tabuh kendang yang mengiringi pencak silat Ibing Panglipur Galih diantaranya, Tuk-tuk atau Garutan, Limbung Kendor atau Kidung, Paleredan, Limbung Otomatis 16, Tepak Tilu, Limbung Tepak Tilu, Limbung Gancang dan Padungdung Gancang. Keselarasan antara musik dengan gerak pencak silat berkaitan dengan aksen, transisi, dinamika sehingga musik berperan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada pesilat. Musik juga berfungsi sebagai pemuas rasa estetik yaitu menambah keindahan dalam menyajikan pertunjukan serta sebagai hiburan bagi penikmat pertunjukan pencak silat.
Implikasi dari hasil penelitian ini adanya dokumentasi notasi musik dan teknik ritmik kendang pencak silat Ibing Panglipur Galih sehingga dapat membantu setiap orang, pesilat maupun masyarakat umum yang ingin mempelajari dan melestarikan seni beladiri pencak silat.
The Purpose of the Study is to investigate what music function implemented in martial arts pencak silat Ibing Panglipur Galih as well as to create a documentation of the rhythm pattern of play technique of kendang percussion and trumpet as musical accompaniment in Ibing Panglipur Galih that will take form in notes.
Desciptive Qualitative is applied as the Research Method with semiotic content analysis as the technique approach. The research took place in Garut, West Java and was being held from October 2017 to Januari 2018.
The Result of the Study showed that Ibing Panglipur Galih is one of creation from Padepokan Kasundan. Diverent technique and rhythm pattern of kendang percussion that accompanied pencak silat Ibing Panglipur Galih has been found as follow; Tuk-tuk or Garutan, Limbung Kendor atau Kidung, Paleredan, Limbung Otomatis 16, Tepak Tilu, Limbung Tepak Tilu, Limbung Gancang and Padungdung Gancang. Harmonization between music and pencak silat is related to the accent, transition, dynamic thus music takes role as communication tools to send a certain message to the artists of pencak silat. Music also has a function to fulfill the aesthetic which adds the beauty of performance as well as an entertainment for the audience of pencak silat.
Implication of the Result of the Study is implicated through music notes documentation and rhythm technique kendang pencak silat Ibing Panglipur Galih that has the ability to help an individual, both pencak silat artist and general people that wants to learn or conserve pencak silat martial arts.
Tidak tersedia versi lain