Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SD Negeri Kecamatan Pulo Gadung

Arindi Nurhidayah - Nama Orang;

RINGKASAN
OCB merupakan perilaku yang baik dalam melakukan pekerjaan, perilaku OCB membantu memajukan kinerja pekerja, unit kerja dan organisasi secara keseluruhan di sekolah.OCB dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya budaya organisasi dan lingkungan kerja. Menurut Colquitt, Le Pine, dan Wesson mendefinisikan, Citizenship Behavior (CB) is as voluntary employee activities that may or may not be rewarded but that contribute to the organization by improving the overall quality of the setting in which work takes place. Perilaku kesukarelaan merupakan perilaku yang dibutuhkan dalam organisasi bertujuan untuk memperbaiki kualitas dari organisasi. Budaya organisasi sebagai norma-norma yang berlaku di sebuah sekolah turut berpengaruh pada OCB guru. Budaya sebagai sebuah nilai yang membedakan organisasi satu dengan yang lainnya. Menurut Quick and Nelson menyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap perilaku dalam organisasi “Finally, culture serves as a control mechanism for shaping behavior. Norms that guide behavior are part of culture. If the norm the company’s culture must be characterized by communication, cooperation between teams, and intregration of teams. For example, the work group that an employee is involved with can have an impact on her or his absenteeism behavior”. Budaya berfungsi sebagai mekanisme kontrol untuk membentuk perilaku guru di sekolah. Norma yang membimbing perilaku adalah bagian dari budaya. Jika norma budaya perusahaan harus dicirikan oleh komunikasi, kerjasama antar tim, dan intregrasi tim. Misalnya, kelompok kerja yang melibatkan karyawan dapat berdampak pada perilaku ketidakhadirannya. Selanjutnya Schermerhorn, mengatakan bahwa “work environment, including the jobs and its emotional labor requirements, and daily work events create positive and negative emotional reactions. These influence job satisfaction and job performance. Lingkungan kerja, termasuk pekerjaan dan kondisi emosional, dan kejadian kerja sehari-hari menciptakan reaksi emosional positif dan negatif. Hal ini mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja kerja. Hal ini masuk dalam karakteristik organizational behavior yaitu telah disebutkan perilaku dalam membantu memajukan kinerja pekerja, unit kerja dan organisasi secara keseluruhan yang akan menghasilkan sebuah kinerja yang baik untuk organisasi. Stephen P.Robbins menyatakan, “The organizational culture is an important aspect of being a learning organization. A learning organizations culture is one in which everyone agress on a shared vision and everyone recognizes the inherent interrelationships among the organizations process, activities,
functions, and environment”.Budaya organisasi merupakan aspek penting dalam pembelajaran organisasi. Budaya organisasi pembelajaran adalah satu di mana setiap orang mengalami kemajuan dalam visi bersama dan setiap orang mengenali keterkaitan yang melekat antara proses, aktivitas, fungsi, dan lingkungan. Dalam hal ini menyatakan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh yang berkaitan dengan lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menggunakan teknik analisis jalur. Pada hasil uji coba instrumen OCB dari 40 butir instrumen yang diuji cobakan terhadap 31 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar r = 0,90. Hasil uji coba instrumen budaya organisasi terdapat 29 butir instrumen yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar r = 0,92. Pada hasil uji coba insturmen lingkungan kerja terdapat 30 butir instrumen yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar r = 0,91.
Hasil pengujian uji signifikansi koefisien jalur pengaruh budaya organisasi terhadap OCB menunjukkan nilai rhitung = 0,606 dan koefisien jalur 0,436 hal ini menunjukkan bahwa OCB dipengaruhi secara langsung positif oleh budaya organisasi. Semakin tinggi nilai budaya organisasi yang diterapkan maka akan semakin tinggi pula OCB seorang guru. Hasil pengujian uji signifikansi koefisien jalur pengaruh lingkugan kerja terhadap OCB menunjukkan nilai rhitung = 0,569 dan koefisien jalur 0,365 hal ini menunjukkan bahwa OCB dipengaruhi secara langsung positif oleh lingkungan kerja. Semakin kondusif lingkungan kerja di sekolah maka akan semakin meningkat pula OCB seorang guru. Hasil pengujian uji signifikansi koefisien jalur pengaruh budaya organisasi terhadap lingkungan kerja menunjukkan nilai rhitung = 0,467 dan koefisien jalur 0,467 hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja dipengaruhi secara langsung positif oleh budaya organisasi. Semakin kondusif lingkungan kerja, maka budaya organisasi akan semakin kuat. Dari hasil penelitian tersebut, maka implikasiny adalah OCB dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan budaya organisasi dan membuat lingkungan kerja yang kondusif. Kesimpulan: 1) Budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap OCB. Artinya budaya organisasi dapat dipererat untuk meningkatkan OCB guru SDN Kecamatan Pulo Gadung. 2) Lingkungan kerja berpengaruh langsung positif terhadap OCB. Artinya lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan OCB guru SDN Kecamatan Pulo Gadung. 3) Budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap lingkungan kerja. Artinya budaya organisasi yang baik dapat membuat lingkungan kerja menjadi kondusif pada guru SDN di Kecamatan Pulo Gadung.


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2018.003) TM 5124
TM00005124
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 5124
Penerbit
Jakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana UNJ., 2018
Deskripsi Fisik
xiii, 297 lembar ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Budaya Organisasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Arindi Nurhidayah
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?