Text
Pengaruh kepribadian dan distributive justice terhadap komitmen organisasi afektif : studi kausal terhadap guru MTs Swasta Kota Bogor
RINGKASAN
Sekolah dalam mencapai tujuan seringkali dihadapkan pada hambatan-hambatan berupa rendahnya komitmen guru ditandai dengan masih adanya kecendrungan guru yang sering keluar dan meninggalkan tugas-tugas, datang terlambat, masih ada guru yang kurang terlibat dalam kegiatan sekolah. Lebih jauh dijelaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas masih banyak menghadapi tantangan di lapangan, misalnya masih ada guru yang memiliki karakter kurang baik, misalnya sikap kurang peduli, sulit untuk bekerja sama dengan rekan kerja, kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, serta masih ada guru yang tidak memprsiapkan diri dengan baik sebelum mengajar. Hal ini sejalan apa yang dinyatakan oleh Colquitt, et.al, “conscientiousness has a moderate positive effect on commitment. Conscientiousness employees have higher levels of Affective commitment and higher levels of normative commitment. Conscientiousness has no effect on continuous commitment.” Jasson A. Colquitt, et.al, menyatakan, “learning has a weak positive effect on commitment. Employees who gain more knowledge and skill tend to have impact of learning on continuance or normative commitment”. Hal ini diperkuat lagi oleh Alvaro yang menyatakan, “employee emotional involvement that leads to the identification and commitment with the organization. Employees with strong affective commitment remain in the organization because they wish so.” Komitmen organisasi afektif ialah keterlibatan emosional karyawan yang mengarah pada identifikasi dan komitmen dengan organisasi. Karyawan dengan komitmen afektif yang kuat tetap berada di dalam organisasi karena keterikatannya dari faktor kepribadian dan distributive justice. Maka dari itu peneliti ingin mengkaji secara ilmiah apakah kepribadian dan distributive justice berpengaruh terhadap komitmen organisasi afektif guru.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi sasaraan dalam penelitian adalah guru Madrasah Tsanawiyah swasta kota bogor dengan jumlah sampel sebanyak 130 guru. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner yang sebelumnya telah di uji coba. Berdasarkan hasil uji coba, variabel komitmen organisasi afektif diukur menggunakan 30 butir pertanyaan dengan koefisien
iv
reliabilitas 0,931 pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi dan jalur.
Hasil uji signifikasi koefisien jalur pengaruh kepribadian terhadap komitmen organisasi afektif menunjukkan nilai rhitung 0,462 dan koefisien jalur 0,462 ini berarti semakin tinggi tingkat kepribadian guru mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi afektif guru Madrasah Tsanawiyah swasta dari kota Bogor. Hasil uji signnifikansi koefisien jalur pengaruh distributive justice terhadap komitmen organisasi afektif menunjukan nilai rhitung 0,869 dan koefisen jalur 0,386 sehingga terdapat pengaruh langsunng positif distributive justice terhadap komitmen. Distributive justice mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi afektif guru Madrasah Tsanawiyah swasta kota Bogor. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepribadian terhadap distributive justice menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,617 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,439 ini peningkatan tingkat kepribadian mengakibatkan peningkatan distributive justice pada Madrasah Tsanawiyah swasta kota Bogor. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepribadian terhadap komitmen organisasi afektif melalui distributive justice menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,272 dan nilai koefisien jalur sebesar. 0,183. Dengan hasil tersebut maka implikasinya adalah komitmen organisasi afektif dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kepribadian dan distributive justice.
| TM00005122 | TM 5122 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2018.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain