Text
Pengaruh kepercayaan dan kepuasan kerja terhadap intensi turnover guru SMK Swasta di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
RINGKASAN
Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan secara
alamiah akan mampu meningkatkan taraf hidup warga negara
Indonesia karena mampu bersaing seiring dengan perkembangan
zaman. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen
yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian
tujuan. Guru merupakan salah satu komponen yang memiliki peran
penting dalam lembaga pendidikan. Oleh karena itu, Sumber Daya
Manusia (SDM) yang ada tersebut harus dikelola dengan baik.
Kejadian guru berpindah dari suatu sekolah ke sekolah lain menjadi
fenomena yang banyak dijumpai sekarang ini. Rendahnya
kepercayaan yang dirasakan oleh anggota terhadap organisasi akan
mampu menjadi salah satu penyebab tingginya keinginan berpindah
dari organisasi tersebut. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor
yang juga berpengaruh terhadap intensi turnover pada pegawai.
Rendahnya kepuasan kerja yang dirasakan oleh para anggota dapat
menurunkan semangat untuk terus meningkatkan kinerjanya,
sekaligus membuat tingkat turnover menjadi semakin meninggi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ozturk, Hancer, dan Wang
menyebutkan bahwa “interpersonal trust was identified as the main
antecedent of turnover intention at the team level.” Kepercayaan
interpersonal diidentifikasi sebagai pemicu utama dari intensi turnover
pada tingkat kelompok. Di samping itu, kepuasan kerja juga menjadi
salah satu faktor yang mempengaruhi intensi turnover pada pegawai.
Rendahnya kepuasan kerja yang dirasakan oleh para anggota dapat
menurunkan semangat untuk terus meningkatkan kinerjanya,
sekaligus membuat tingkat turnover menjadi semakin meninggi.
Pernyataan ini senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
iv
Sara dan kaan-kawan yang menyatakan, “our study proved the
negative relationship between the job satisfaction and turnover
intention. When the job satisfaction is greater, the turnover intention
will be lesser and vice versa.” Studi kami membuktikan adanya
hubungan negatif antara kepuasan kerja dan intensi turnover. Ketika
kepuasan kerja lebih besar, intensi turnover akan lebih menjadi rendah
dan juga sebaliknya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey dengan pendekatan kasual. Untuk menganalisis data
menggunakan analisis jalur. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh
satu variabel terhadap variabel lain. Variabel intensi turnover guru
yang terdiri dari 35 pernyataan terdapat 5 butir yang drop sehingga
menjadi 30 butir dan menghasilkan koefisien 0,93, dengan demikian
diyatakan reliabel. Variabel kepercayaan terdiri dari 40 butir
pernyataan terdapat 8 butir yang drop sehingga menjadi 32 butir dan
menghasilkan koefisien 0,96 dengan demikian dinyatakan reliabel.
Variabel kepuasan kerja yang terdiri dari 40 butir pernyataan dan 10
butir pernyataan dinyatakan drop sehingga menjadi 30 butir dan
menghasilkan koefisien 0,89 dengan demikian dinyatakan reliabel.
Analisis data penelitian dilakukan dengan statistik deskriptif. Pengujian
persyaratan analisis dilakukan uji galat taksiran dengan menggunakan
teknik liliefors dan uji liniearitas.
Hipotesis pertama penelitian ini adalah menduga bahwa
terdapat pengaruh langsung negatif kepecayaan terhadap intensi
turnover dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,224. Dengan demikian
kepercayaan berpengaruh langsung negatif terhadap intensi turnover.
Hipotesis kedua penelitian ini adalah menduga bahwa terdapat
pengaruh langsung negatif kepuasan kerja terhadap intensi turnover
dengan nilai koefisien jalur sebesar -0,290. Dengan demikian
v
kepuasan kerja berpengaruh langsung negatif terhadap intensi
turnover. Hipotesis ketiga penelitian ini adalah menduga bahwa
terdapat pengaruh langsung positif kepercayaan terhadap kepuasan
kerja dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,244. Dengan demikian
kepercayaan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja
Tidak tersedia versi lain