Text
Pendidikan karakter dalam novel And The mountains echoed karya Khalid Hosseini : kajian struktural dan semiotik
RINGKASAN
A. Latar Belakang Masalah
Pengajaran sastra merupakan bagian dari pemelajaran bahasa. Banyak hal yang dapat diperoleh dari karya sastra, diantaranya adalah keindahan bahasa, struktur bahasa dan pelajaran hidup tentang efek dari perbuatan baik dan buruk yang diceritakan dalam sebuah karya sastra khususnya pada novel. Artinya karya sastra dapat menjadi media bagi guru dalam mendidik siswa untuk mengajarkan pendidikan karakter.
Membahas tentang karya sastra sebagai media pembelajaran pendidikan karakter, kita tidak bisa lepas dari novel. Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang pada umumnya menceritakan cerminan hidup manusia sehingga membaca novel seolah-olah menyimak kisah hidup seseorang dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, melalui pembacaan novel pelajar dan mahasiswa tidak sekadar menjadi pintar dan menguasai bidang keilmuannya tetapi juga dapat memahami kehidupan, lingkungan, dan realita sebagai bekal saat dia terjun ke masyarakat.
Setiap karya yang ditulis pengarang memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca sehingga dibutuhkan pengkajian dan analisis mendalam untuk memahaminya. Demikian pula halnya dengan memahami nilai pendidikan karakter dalam novel And The Mountains Echoed dibutuhkan pengkajian mendalam diantaranya melalui struktural semiotik.
B. Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggali tanda-tanda yang berkaitan dengan pendidikan karakter dalam novel And The Mountains Echoed karya Khalid Hosseini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode
v
analisis isi atau content analysis dan pendekatan sastra struktural dan semiotik. Sebagai penelitian kualitatif data-data formalnya diambil dari teks novel And The Mountains Echoed dalam bentuk kata, frasa, kalimat, dan wacana. Penelitian kualitatif bertujuan untuk membangun persepsi alamiah sebuah objek, jadi peneliti mendekatkan diri kepada objek secara utuh.
Teknik analisis isi digunakan untuk menganalisis secara sistematis data atau isi/pesan teks cerita. Analisis isi mencakup analisis hal-hal yang terkait dengan aspek kebahasaan seperti sintaksis, referensial, dan proposisional. Aspek sintaksis dapat berupa kalimat atau penggugusan kata dalam teks cerita yang terkait dengan referensi atau hal yang dirujuk dan kepaduan antar kalimat dalam teks cerita atau proposisional. Teknik analisis isi dalam bidang sastra dapat berupa upaya pemahaman karya sastra yang meliputi unsur ekstrinsik seperti pesan moral, nilai pendidikan, nilai filosofi, nilai religius, dan lainnya. Tugas teknik analisis isi dalam penelitian ini untuk mengungkapkan makna simbolik yang tersamar dalam karya sastra.
Dengan pendekatan struktural yang diteliti dan yang dibahas hubungan struktur cerita dengan nilai karakter secara objektif yaitu menemukan nilai pendidikan karakter melalui tema, latar, tokoh dan penokohan, dan alur. Penelitian melalui pendekatan struktural artinya pendidikan karakter digali melalui struktur karya sastra yakni tema, alur, latar, dan tokoh serta penokohan.
Sedangkan pendekatan semiotik diungkapkan bagian cerita yang berupa tanda semiotis menjadi signifikasi cerita yakni nilai pendidikan karakter dengan mempertimbangkan ground atau objek berupa konteks cerita, dan interpretasi penelitian sesuai dengan teori semiotik Peirce. Analisis semiotik terkait dengan bagian-bagian tanda yaitu representamen, objek (ground) dan interpretan. Representamen adalah
vi
bentuk tanda yang didentifikasi dari teks novel And The Mountains Echoed berupa ikon, indeks, simbol. Objek adalah referen atau apa yang diwakili tanda; interpretan adalah makna atau ide yang dihasilkan tanda.
Pengkajian melalui semiotik yang dilakukan penulis adalah semiotik Peirce yakni pendidikan karakter dilihat dari aspek indeks, ikon, dan simbol. Nilai-nilai pendidikan karakter yang penulis temukan adalah bekerja keras, tanggung jawab, religius, cinta, peduli sosial, rasa ingin tahu, kreatif, kebijaksanaan, integritas, pantang menyerah, syukur, bersahabat/komuniktif, dan menghargai prestasi.
Metode struktural dan semiotik digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkapkan nilai pendidikan karakter yang terkait dengan unsur-unsur struktur novel And The Mountains Echoed dengan pemaknaan tanda semiotis ikon, indeks, dan simbol.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari struktur tema, penulis menyimpulkan empat tema utama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pertama, hidup adalah perjuangan, kedua, peran dongeng/cerita bagi anak, ketiga, manfaat pertemanan, dan keempat adalah kesabaran membawa kebahagiaan. Dari struktur latar, penulis berfokus pada tempat dan waktu terjadinya peristiwa pada saat tokoh mengaplikasikan nilai-nilai karakter sehingga kalimat-kalimat yang dikutip adalah yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Begitu pula halnya dengan struktur tokoh dan penokohan serta struktur alur.
Dari tinjauan semiotik, penulis menggunakan semiotik triadik Peirce yaitu, representamen, objek, dan interpretan dengan penandaan indeks, ikon, dan simbol. Semiotik adalah ilmu tentang tanda. Indeks adalah tanda yang muncul karena adanya sebab akibat. Ikon adalah tanda yang muncul karena ada keserupaan atau kemiripan antara signifier (penanda)
vii
dan signified (petanda). Yang ketiga adalah simbol yaitu ada hubungan yang sudah menjadi konvensi masyarakat antara tanda dan petanda.
Secara keseluruhan terdapat 40 kutipan yang berkaitan dengan pendidikan karakter ditinjau dari semiotik. Dengan prosentase sebagai berikut: indeks 25 tanda (62,5%), simbol 10 tanda (25%), dan ikon 5 tanda (12,5%). Ini menunjukkan bahwa hubungan representamen dan objek yang merupakan hubungan kausalitas banyak digunakan pengarang terutama dalam mengungkapkan pendidikan karakter. Sementara pendidikan karakter dalam bentuk simbol dan ikon tidak banyak dipakai.
Hasil temuan ini dapat dijadikan model pembelajaran bahasa dan pengkajian karya sastra oleh guru/dosen. Temuan ini juga direkomendasikan kepada pendidik dan peserta didik untuk menggali nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembacaan novel menggunakan kajian struktural semiotik sehingga peserta didik mampu memahami pesan pengarang secara mendalam. Hal ini diharapkan berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakternya.
Pengkajian novel ditinjau dari struktural semiotik juga akan menggali keterampilan membaca peserta didik. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan penguasaan tata bahasa mereka. Semakin intensif dan terstruktur pengkajian terhadap karya sastra yang dilakukan peserta didik, semakin terasah pula kemahiran tata bahasanya.
Tidak tersedia versi lain