Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pertarungan surat kabar Harian Rakjat versus surat kabar Abadi untuk mempengaruhi pilihan politik masyarakat (1952-1955)

Muhammad Zulfikar - Nama Orang;

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan perang artikel antara surat kabar Harian Rakjat dengan surat kabar Abadi (1952-1955) dengan metodologi sejarah. Kedua surat kabar ini berafiliasi langsung dengan partai pada masa demokrasi liberal yaitu Harian Rakjat berafiliasi dengan PKI dan Abadi berafiliasi dengan partai Masyumi. Perang artikel sangat sengit terjadi antara kedua surat kabar ini dikarenakan PKI dan Masyumi merupakan musuh bebuyutan pada masa demokrasi liberal khususnya menjelang pemilu 1955 demi mencapai tujuan yaitu menjadi partai pemenang dalam pemilihan umum 1955.
Pertarungan yang terjadi antara surat kabar Harian Rakjat dengan surat kabar Abadi dimulai tahun 1952. Perang artikel bukan hanya dalam topik utama berita, tetapi dari setiap konten yang dibuat kedua surat kabar ini seperti konten suara pers, komentar kecil, anak-anak harapan rakyat, ruangan wanita, ruangan kebudayaan, catatan sepekan, tajuk rencana, koran kecil pak jenggot, dan 1001 soal. Tidak hanya dengan bahasan yang serius, tetapi dibumbui dengan kata-kata sarkas lucu dan menyentil di setiap konten yang dimuat.
Pertarungan semakin memanas ketika memasuki tahun 1954 disaat pelaksanaan pemilu semakin jelas kapan akan dilaksanakan, karena dari masa Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, dan Kabinet Ali Sastroamidjojo I agenda pemilu hanya dijadikan wacana semata namun tidak dapat dilaksanakan. Akhirnya, pemilu dilaksanakan pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap yaitu tahun 1955 dan di tahun inilah semakin banyak berita yang dimuat dengan tujuan menaikan pamor partai yang didukung dan menjatuhkan partai lawan.

This article belong to describe the war between newspaper Harian Rakjat and Abadi (1952-1955) with methodology of history, that those newspaper are connected to two larges party in era of liberal democracy Harian Rakjat connected to PKI and Abadi connected to Masyumi. This war is happen and so intense in between those two partys because their goals to became winner in 1955 election.
Started in 1952, this battle are started with every each content in those two newspaper but every each content made like pers content, a little comment, Child that’s hope for people, womens corner, cultures corner, weekly notes, headlines, small newspaper company Pak Jenggot and 1001 Questions. Not only with serious language, but its containing with little sarcastic but funny and tingled in every content.
This battle became fully intense when entering 1954 when election is cleared for due date because in Kabinet Natsir era, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, and Kabinet Ali Sastroamidjojo I. the agenda of the election just for their plans but it never happen. Finally, election started in the era of Burhanuddin Harahap Cabinet on 1955, on that year, there’s a lot story headlines in their party and bring down their opposite party.


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.006) SK 16485
SS00016485
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 16485
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pend. Sejarah FIS UNJ., 2018
Deskripsi Fisik
xii, 122 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pilihan Politik Masyarakat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Muhammad Zulfikar
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?