Text
Diplomasi Indonesia atas integrasi Timor Timur (1976-1999)
Integrasi Timor Timur dengan Indonesia merupakan sebuah tonggak baru bagi bangsa Indonesia. Sikap antikolonialisme juga berperan penting dalam peran Indonesia di Timor Timur. Kondisi politik yang terjadi di dunia dan di Asia Tenggara pada khususnya juga turut menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam mengambil keputusan untuk menjadikan Timor Timur bagian dari Indonesia. Namun nyatanya, upaya yang dilakukan Indonesia tidak serta merta disambut baik oleh berbagai pihak. Untuk menghadapi permasalahan tersebut pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan politik luar negerinya dalam menangani masalah Integrasi Timor Timur.
Penelitian ini menggunakan metode historis untuk membahas masalah penelitian tentang diplomasi Indonesia menghadapi masalah Timor Timur. Metode sejarah sendiri adalah metode penelitian dan penulisan sejarah dengan menggunakan cara, prosedur atau teknik yang sistematik sesuai dengan asas-asas ilmu sejarah. Metode sejarah sendiri kemudian dibagi menjadi empat tahap yaitu heuristik (mengumpulkan sumber), kritik (verifikasi), interpretasi (menafsirkan sumber) dan historiografi (penulisan sejarah).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang mungkin dilakukan. Upaya tersebut mencakup usaha diplomasi di tingkat PBB, dan upaya langsung dengan mendatangi negara-negara yang terkait langsung dengan integrasi Timor Timur ke Indonesia. Sikap dunia dalam melihat isu integrasi Timor Timur sendiri tidak terlepas dari konstelasi yang terjadi di dunia pada saat itu. Pada masa Perang Dingin banyak negara yang mendukung bersatunya Timor Timur ke dalam Negara Indonesia, salah satunya adalah salah satu negara adi daya
yaitu Amerika. Hal tersebut dikarenakan banyak negara yang merasa takut apabila Timor Timur dikuasai oleh pemerintah yang beraliran Komunis. Namun setelah Perang Dingin berakhir sikap Amerika Serikat berubah 180 derajat. Pemeritah Amerika Serikat menjadikan peristiwa Santa Cruz dan berbagai pelanggaran HAM sebagai alasan untuk menarik dukungannya terhadap integrasi Timor Timur ke Indonesia. Kemudian untuk menyelesaikan permasalah Timor Timur yang berlarutlarut, Presiden B.J. Habibie mengeluarkan dua opsi yang membuat Timor Timur melakukan Referendum pada 1999 dan secara resmi keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
The integration of East Timor with Indonesia is a new history for Indonesia. The AntiColonialism be an important part for Indonesia in East Timor. The Political condition was happened in the world especially in South East Asia also become consideration of Indonesian Government when take decision to take East Timor part of Indonesia. But in fact, an effort that Indonesian Government get unwelcoming reaction from other country. For this Problem Indonesian Government take an political overseas policy to handle the problem of East Timor Integration.
This research used historical methods to explain the problem of this reaserch about the Indonesian diplomacy of East Timor integration. Historical methods is a research method and historical writing with method, procedure or systematic technique who suitable with historical principle. Historical methods divided to four steps first, heuristic (collect source), critics (verification), interpretation (interpret source) and historiography (historical writing).
The result of this research show that Indonesian government had done all effort can possible to do. All of that effort are doing an diplomacy in United Nation, or by visit other country to explain about the integration of East Timor to them. The other country give the reaction based on the political constellation at that moment. When Cold War happened, many country support if East Timor doing the integration with Indonesia, for example the super powerful United State of America. Integration of East Timor got American support because many country scared if East Timor controlled by a communist people. But after Cold War finished the American reaction totally change. The United of American government take a Santa Cruz and other violation acts as the reason to take back their support in East Timor integration problems. To finished this unfinished problem, the Indonesian President B.J. Habibie give two option to make makes East Timor do a referendum on 1999 and finally East Timor officially out from Indonesia.
Kemudian untuk menyelesaikan permasalah Timor Timur yang berlarut-larut, Presiden B.J. Habibie mengeluarkan dua opsi yang membuat Timor Timur melakukan Referendum pada 1999 dan secara resmi keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak tersedia versi lain