Text
Pengaruh cekaman kekeringan terhadap produktivitas 4 Akseri Jewawut (Setaria italica (L.) Beauv)
Pengembangan budidaya tanaman jewawut sebagai sumber karbohidrat alternatif merupakan salah satu langkah strategis untuk mencegah terjadinya kerawanan pangan. Kondisi kekeringan dan ketersediaan benih unggul yang toleran kekeringan menjadi salah satu kendala dalam pengembangan budidaya jewawut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon jewawut terhadap simulasi cekaman kekeringan pada berbagai fase pertumbuhan dan memperoleh aksesi jewawut yang toleran terhadap kekeringan. Cekaman kekeringan dilakukan secara langsung (pengurangan penyiraman air), dan tidak langsung (pemberian media selektif PEG 6000). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap pola faktorial. Parameter perkecambahan dianalisis dengan uji Anova dan dilanjutkan uji beda Duncan taraf 5%. Parameter pertumbuhan dan produktivitas hasil dianalisis menggunakan indeks sensitivitas. Dosis PEG yang dapat menghambat daya berkecambah sebesar 50% (LD50) pada benih jewawut aksesi Buru merah adalah pada konsentrasi 23,25% dengan persamaan kuadrat y = 1,12-2,72x. Toleransi 4 benih aksesi jewawut terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan menggunakan PEG konsentrasi 15% (dosis sub-letal) menunjukkan bahwa aksesi Buru merah diidentifikasi toleran kekeringan. Toleransi 4 aksesi jewawut pada fase vegetatif-genartif dengan parameter pertumbuhan dan daya hasil diperoleh bahwa aksesi Buru kuning dan Polman merah diidentifikasi toleran, aksesi Buru merah dan Polman kuning diidentifikasai peka terhadap kekeringan.
Developing of jewawut cultivation as an alternative source of carbohydrates is one of the efforts to prevent food insecurity. Drought conditions and the availability of drought-tolerant seeds became one of the problems in the development of jewawut cultivation. The purpose of these experiments were to evaluate jewawut response to drought stress simulations at various growth phases and to obtain accessions tolerant to drought stress. Drought stress is performed directly (water reduction), and indirectly (PEG 6000 selective media). The research was done in Laboratory of Physiology and Green House of Faculty of Mathematic and Science, UNJ from February until July 2017. The experiments were done with a completely randomized design. Parameters of germination were analyzed with Anova test and continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameters of growth and productivity parameters were analized using index sensitivity. Lethal doses of PEG reducing 50% of germination (LD50) were 20%. The results base on germination phase, Buru merah as drought tolerance accessions. The results base on vegetative-generative phase, Buru kuning and Polman merah as drought tolerance accessions, Buru merah and Polman kuning as drought sensitive accessions.
| SS00016679 | SK16679 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.03.2017.005) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain