Text
Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi bayi dengan sikap terhadap pemberian makanan pendamping air susu ibu
Masalah kekurangan gizi, energi, dan protein yang berat di Indonesia, termasuk di daerah Bekasi, masih sering terjadi. Hal ini disebabkan salah satunya oleh kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. Asupan zat gizi bayi yang rendah dipengaruhi oleh pola asuh, salah satunya adalah pemberian makan yang tidak tepat. Pemberian makanan bayi dipengaruhi oleh pengetahuan gizi ibu. Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi sikap dalam pemberian MP-ASI adalah pengetahuan ibu tentang gizi bayi. Penelitian ini dilakukan di posyandu RW 21, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara pada bulan Oktober-November 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah observational analytic dengan studi korelasional antara pengetahuan ibu tentang gizi bayi (x) dengan sikap terhadap pemberian MP-ASI (y). Sampel berjumlah 21 responden yang berasal dari ibu-ibu pemiliki bayi berusia 6-24 bulan yang datang ke posyandu. Berdasarkan hasil penelitian, nilai pengetahuan gizi bayi yang dominan yakni di kategori cukup, sebanyak 61.9% responden dan untuk nilai sikap terhadap pemberian MP-ASI, dominansi juga di kategori cukup yaitu sebanyak 61.9% responden. Hasil uji analisis korelasi menggunakan rumus Spearman Rank pada α = 0,05 didapatkan nilai Rhitung > Rtabel = 0.471 > 0.35 maka tolak H0 yang artinya korelasi signifikan. Selain itu didapatkan koefisien korelasi sebesar 22.2%. Hasil penelitian ini membuktikan terdapat hubungan cukup tinggi (rxy=0.471) antara pengetahuan ibu tentang gizi bayi dengan sikap terhadap pemberian MP-ASI. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Gizi Bayi, MP-ASI.
The lack of nutrient, energy and protein in Indonesia, including in Bekasi, often occurred. One of the reason was because of the lack of knowledge about nutrient, balanced menu, and hygiene. Low nutrient intact influenced by parenting pattern, has been one of the reason of less precise feeding. Baby complementary feeding influenced by mother’s knowledge on nutrition. One of the reason influenced mpther attitude of breasmilk complementary feeding was knowledge on baby nutrition. This research was conducted at Bekasi in October-November 2017. The method used was an observational analytic with correlational study between mother’s knowledge of baby nutrition (x) and attitude of weaning food for baby (y). The sample were 21 respondents from mothers of 6-24 months old baby who came to maternal and child health service. Based on the results, the dominant knowledge of baby nutrient value in fair category (61.9%) and value for the attitude of complementary feeding, lies dominantly(61.9%). The result of correlation analysis using Rank Spearman formula at α = 0.05 obtained Rcount > Rtable = 0.471 > 0.35, then reject H0, which means that there was correlation. Based on the result, coefficient correlation obtained was 22.2%. The results of this research prove there was a fairly high correlation and significant (rxy = 0.471) between mother’s knowledge of baby nutrition with the attitude of breastmilk complementary feeding.
Keywords: Knowledge, Attitude, Baby Nutrition, Breastmilk Complementary Fedding.
Tidak tersedia versi lain