Text
Pengaruh environmental personality dan locus of control terhadap perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city (2016) : studi ex post facto pegawai Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta
RINGKASAN
A. Pendahuluan
Perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city dalam
situasi konflik akan dipengaruhi oleh karakteristik internal locus of control nya,
dimana locus of control internal adalah cara pandang bahwa segala hasil
yang didapat baik atau buruk adalah karena tindakan kapasitas dan faktorfaktor
dalam diri mereka sendiri. Ciri pembawaan internal locus of control
adalah pegawai yang yakin bahwa suatu kejadian selalu berada dalam
rentang kendalinya dan kemungkinan akan mengambil keputusan yang lebih
etis dan independen.
Observasi awal di kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKI
Jakarta, masih terlihat pegawai yang belum mempunyai perilaku peduli
terhadap lingkungan yang berorientasi pada konsep kota hijau. Masih adanya
pegawai yang merokok di tempat ber-AC, membuang sampah tidak pada
tempatnya, makan dan minum di dalam kantor, belum memiliki perhatian
penuh pada pekarangan dan taman kantor, membiarkan pohon yang belum
disiram air, dan belum adanya pohon hidup di sudut kantor. Selain itu,
environmental personality dan locus of control pegawai terhadap lingkungan
juga masih rendah.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, maka perilaku pro lingkungan
pegawai berkaitan dengan green city memiliki hubungan dengan
environmental personality dan locus of control. Oleh karena itu, peneliti ingin
mengkaji tentang pengaruh environmental personality dan locus of control
terhadap perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city.
B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode hubungan sebab-akibat yang
dibentuk melalui apa yang disebut ex post facto desain 2x2. Penelitian ini,
tidak ada manipulasi variabel independen di laboratorium atau pengaturan di
iv
lapangan, tetapi subjek telah terkena stimulus. Populasi dalam penelitian ini
seluruh pegawai di kantor Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup DKI
Jakarta berjumlah 120 orang. Dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 32
orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random
sampling.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh environmental
personality dan locus of control terhadap perilaku pro lingkungan pegawai
berkaitan dengan green city di lingkungan di kantor Dinas Kebersihan dan
Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dengan memperhatikan environmental
personality most accurate dan environmental personality less accurate serta
locus of control internal dan eksternal.
C. Hasil Penelitian
Perbedaan antara perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan
green city yang memiliki environmental personality most accurate dan
environmental personality less accurate. Berdasarkan perhitungan two-way
ANOVA, diketahui bahwa nilai Fhitung = 52,6 > Ftabel = 13,29 pada α = 0,001.
Kesimpulannya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan perilaku pro
lingkungan pegawai berkaitan dengan green city antara yang memiliki
environmental personality most accurate dan environmental personality less
accurate.
Perbedaan antara perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan
green city antara yang memiliki locus of control internal dan locus of control
eksternal. Berdasarkan perhitungan two-way ANOVA, diketahui bahwa nilai
Fhitung = 32,8 > Ftabel= 13,29 pada α = 0,001. Kesimpulannya bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan
green city antara yang memiliki locus of control internal dengan locus of
control ekternal.
v
Bagi pegawai dengan locus of control internal, perilaku pro lingkungan
pegawai berkaitan dengan green city yang lebih positif bila memiliki
environmental personality most accurate dibanding environmental personality
less accurate. berdasarkan penghitungan data skor mean kelompok A1B1
sebesar 104,75 dan skor mean A2B1 sebesar 80,13; dapat dilihat bahwa
adanya perbedaan skor perilaku pro lingkungan. Kemudian setelah diuji
tingkat signifikansi perbedaan menggunakan uji Tukey pada α = 0,05;
diketahui bahwa nilai Qhitung = 24,94 sedangkan nilai Q tabel = 4,05.
Kesimpulan: bagi pegawai dengan locus of control internal, perilaku pro
lingkungan pegawai berkaitan dengan green city lebih positif bila memiliki
personality most accurate dibanding less accurate.
Bagi pegawai dengan locus of control eksternal, perilaku pro lingkungan
pegawai berkaitan dengan green city lebih positif bila memiliki environmental
personality less accurate dibanding most accurate. Perhitungan data skor
mean kelompok A1B2 sebesar 98,25 dan skor mean A2B2 sebesar 101,75;
dapat dilihat bahwa adanya perbedaan skor perilaku pro lingkungan.
Kemudian setelah diuji tingkat signifikansi perbedaan menggunakan uji Tukey
pada α = 0,05; diketahui bahwa nilai Qhitung sebesar 4,44 sedangkan nilai
Qtabel sebesar 4,05. Kesimpulan: bagi pegawai dengan locus of control
ekternal, perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city lebih
positif bila memiliki personality less accurate dibanding most accurate.
Pengaruh interaksi antara environmental personality dan locus of control
terhadap perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city.
Perhitungan two-way ANOVA diketahui bahwa nilai Fhitung= 107,7 >
Ftabel=13,29 pada taraf signifikansi α = 0,001, Dengan demikian maka H0
ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpukan
bahwa hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima bahwa terdapat
interaksi antara environmental personality dan locus of control terhadap
perilaku pro lingkungan pegawai berkaitan dengan green city.
Tidak tersedia versi lain