Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Makna tradisi adat Nganggung : studi kasus di Kelurahan Kelapa, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung

Sella Alferaria - Nama Orang;

Penelitian mengenai tradisi adat nganggung bertujuan untuk (1) mengungkapkan bagaimana pelaksanaan tradisi adat Nganggung, (2) makna penting yang terkandung di dalam tradisi adat Nganggung melalui benda atau peralatan yang digunakan baik makna secara spiritual maupun secara sosial, (2) eksistensi tradisi adat nganggung di Kelurahan Kelapa sampai sekarang masih dijaga dan dipertahankan.
Untuk memperoleh gambaran mengenai tradisi adat Nganggung, penulis menggunakan pendekatan kualitatif agar mendapatkan data yang lebih mendalam dengan menggali informasi dari informan kunci seperti koordinator tradisi adat Nganggung, pemimpin doa tradisi adat Nganggung, Ketua RT, serta menggali informasi dari informan inti seperti kepala rumah tangga atau masyarakat yang mengikuti tradisi adat Nganggung. Sumber data yang diperoleh menggunakan beberapa teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan diketahui bahwa masyarakat Kelurahan Kelapa sampai sekarang masih menjalankan tradisi adat Nganggung karena tradisi adat Nganggung merupakan warisan budaya dari leluhur seperti ajaran Wali Songo. Waktu pelaksanaan tradisi adat Nganggung diselenggarakan pada acara perayaan hari besar agama Islam dan mengadakan acara tahlilan apabila ada salah satu warga yang meninggal dunia. Prosesi tradisi adat Nganggung yaitu diisi dengan rangkaian acara seperti kata sambutan dari tokoh masyarakat, membaca doa selamat, membaca sholawat Nabi, tahlilan dan ceramah. Peralatan tradisi adat Nganggung yang menjadi simbol dan memiliki makna yaitu pada tudung saji dengan motif berwarna merah dan hijau. Masyarakat Kelurahan Kelapa sampai saat ini masih mempertahankan tradisi adat Nganggung yaitu adanya makna penting yang terkandung di dalam tradisi tersebut seperti pada makna penting secara spiritual yaitu dapat meningkatkan nilai spiritual masyarakat, memberikan ketenangan batin, dan dapat mengamalkan ajaran agama Islam untuk bersedekah, sedangkan makna penting secara sosial yaitu dapat menumbuhkan sikap kegotong-royongan masyarakat untuk saling membantu antarsesama serta menciptakan kebersamaan dan menjaga keharmonisan dalam rukun bertetangga. Eksistensi tradisi adat nganggung di Kelurahan Kelapa sampai saat ini masih dijaga dan dipertahankan karena tradisi adat Nganggung merupakan identitas kebudayaan suku Melayu Bangka Belitung dan menjadi wisata di daerah tersebut.

The research of customary traditions aimed to (1) reveal how the implementation of traditional tradition Nganggung, (2) important meaning embodied in traditional traditions Nganggung through objects or equipment used both the meaning of both spiritual and socially, (2) the existence of custom tradition nganggung in Kelapa Village until now is still maintained and maintained. To get an overview of Nganggung's customary tradition, the author uses qualitative approaches to get more in-depth data by digging information from key informants such as Nganggung custom tradition coordinators, customary leaders of custom Nganggung, Chairman of RT, and digging information from core informants such as housewives or people who follow traditional traditions Nganggung. Data sources obtained using several data collection techniques through observation methods, interviews, field notes, and documentation. Based on the findings in the field, it is known that the Kelapa Kelapa people are still running tradition Nganggung because tradition Nganggung is a cultural heritage of ancestors such as the teachings of Wali Songo. The time of customary tradition of Nganggung is held at the celebration of the great day of the Islamic religion and holds a tahlilan event when one of the dead. Traditional custom procession Nganggung is filled with a series of events such as speeches from public figures, read safe prayers, reading Prophets, tahlilan and lectures. Traditional tradition equipment Nganggung which become a symbol and has meaning that in the veil with red and green motif. Kelapa Kelurahan village until now still maintain custom tradition nganggung that is existence of important meaning embodied in tradition such as in important meaning of spirit that is can increase the spiritual value of the community, provide inner peace, and practice the teachings of Islam for charity, while the socially important meaning is to foster the goyassment of society's people to help each other and to create togetherness and to maintain harmony in neighboring roles. The existence of custom tradition nganggung in Kelapa Village until now is still maintained and maintained because Nganggung custom tradition is the cultural identity of Bangka Belitung Malay tribe and became a tourist in the area.


Ketersediaan
SS00016787SK 16787UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2018.005)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 16787
Penerbit
Jakarta : Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FIS UNJ., 2018
Deskripsi Fisik
xv, 263 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Makna Tradisi Adat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Sella Alferaria
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik