Text
Biografi politik Alimin Prawirodirdjo (1889-1954) : "langkah merah" seorang komunis dalam pergerakan Nasional dan revolusi Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang kehidupan, pemikiran tentang revolusi, dan perjalanan politik Alimin. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dan hasilnya disajikan dalam bentuk deskriptifnaratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjalanan politik Alimin telah mempengaruhi dinamika dan proses terbentuknya negara Indonesia. Alimin juga merupakan tokoh penting dalam pergerakan nasional yang berjuang melalui organisasi buruh, pers, dan partai politik seperti halnya Semaun, Tjokroaminoto, dan Tjipto Mangunkusumo. Selain itu, pemikiran politik Alimin berkembang ketika Alimin menjadi salah seorang pimpinan PKI, seperti pemikirannya menolak kolonialisme dan imperialisme dalam masa pergerakan nasional 19101942. Alimin juga merupakan salah satu konseptor pemberontakan PKI 19261927 terhadap pemerintah Belanda. Pada masa kemerdekaan nasional 1945-1949 ketika Alimin kembali ke Indonesia banyak tokoh-tokoh nasional seperti Aidit, Sultan Hamengkubuwono IX, Sukarno yang meminta pandangan politik dari Alimin tentang bagaimana revolusi harus dilaksankan. Tujuan Alimin kembali ke Indonesia adalah membangun kembali PKI dan menjadikan partai sebagai alat politik yang utama dalam revolusi Indonesia. Alimin mencita-citakan sosialisme dalam masyarakat Indonesia yang merdeka. Yang mana tidak adanya pengekploitasian manusia oleh manusia. Namun, pada 1948 PKI mengalami pukulan telak dari pemerintah dalam peristiwa Madiun yang mengakibatkan banyak kader-kadernya dieksekusi sehingga partai menjadi lumpuh. Setelah pengakuan kedaulatan dalam Konferensi Meja Bundar, pada tahun 1950 Alimin kembali membangun PKI dengan mengumpulkan kembali kaderkader partai yang selamat dari eksekusi akibat peristiwa Madiun. Namun, kepemimpinan Alimin dalam partai tidak bertahan lama setelah golongan muda dalam partai berhasil menyingkirkan Alimin dari kursi kepemimpinan akibat perbedaan visi dan misi dalam membangun partai.
This study aims to examine the background of life, thoughts about the revolution, and the political journey of Alimin. This study uses historical method and the results are presented in descriptive-narrative form.
The results of this study indicate that the political journey Alimin has influenced the dynamics and the process of formation of the state of Indonesia. Alimin is also an important figure in the national movement that fights through labor organizations, the press, and political parties such as Semaun, Tjokroaminoto, and Tjipto Mangunkusumo. In addition, Alimin's political thought developed when Alimin became one of the PKI leaders, as his thoughts rejected colonialism and imperialism in the national movement of 1910-1942. Alimin was also one of the PKI's 1926-1927 revolt drafts against the Dutch government. In the period of national independence from 1945 to 1949 when Alimin returned to Indonesia many national figures such as Aidit, Sultan Hamengkubuwono IX, Sukarno who asked for political views from Alimin on how the revolution should be carried out.
Alimin's goal to return to Indonesia was to rebuild the PKI and make the party the main political tool in the Indonesian revolution. Alimin aspires to socialism in an independent Indonesian society. Which is the absence of human exploitation by humans. However, in 1948 the PKI suffered a severe blow from the government in the Madiun incident that resulted in many of its cadres being executed so the party became paralyzed.
After the recognition of sovereignty in the Round Table Conference, in 1950 Alimin again established the PKI by re-assembling party cadres who had survived the executions due to the Madiun incident. However, Alimin's leadership in the party did not last long after the youth in the party managed to remove Alimin from the leadership seat due to differences in vision and mission in building the party.
Tidak tersedia versi lain