Text
Analisis performance maintenance pada gantry luffung crane dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT. Pelabuhan Tanjung Priuk
ABSTRAK
REYHAN PUTRATAMA, “Analisis Performance Maintenance Pada Gantry Luffing Crane Dengan Metode Total Productive Maintenance (TPM) di PT. Pelabuhan Tanjung Priok”. Masalah yang sering terjadi pada PT. Pelabuhan Tanjung Priok adalah kerusakan pada alat berat. Kerusakan yang terjadi dapat mempengaruhi dan menghambat proses bongkar muat. Berdasarkan Monthly Equipment Maintenance Report pada periode Oktober 2017 sampai Maret 2018, kerusakan alat berat yang sering terjadi adalah pada Gantry Luffing Crane (GLC), dengan frekuensi 50 kali kejadian dan waktu 36574 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa unit GLC yang memiliki frekuensi dan waktu terjadinya kerusakan paling besar serta menganalisa Performance Maintenance dengan metode Total Productive Maintenance. Penelitian ini membutuhkan data antara lain data frekuensi dan waktu kerusakan, data total operation time, dan data loading time pada GLC. Data – data tersebut digunakan untuk menghitung Performance Maintenance, yaitu MTBF, MTTR dan Availability. Dalam penelitian ini juga dibahas mengenai analisis pemecahan masalah menggunakan Analisis Sebab Akibat dan Analisis 5W + 1H. Berdasarkan hasil analisis, dalam waktu 6 bulan pada periode Oktober 2017 sampai Maret 2018 didapatkan GLC – 08 yang memiliki frekuensi dan waktu terjadinya kerusakan paling besar dengan frekuensi kerusakan 11 kali dan waktu 32550 menit. Hasil Performance Maintenance pada GLC 01 -11 (GLC – 08 tidak dimasukan) yaitu, nilai MTBF yaitu 36913 menit, nilai MTTR 43 menit dan nilai Availability 99,84%
Kata Kunci: Performance Maintenance, MTBF, MTTR, Availability, Sebab Akibat, 5W + 1H, Total Productive Maintenance
Tidak tersedia versi lain