Text
Pengaruh pengetahuan kepemimpinan, lingkungan kerja motivasi kerja terhadap kinerja kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri se-Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
RINGKASAN
Pendahuluan Perkembangan dan perubahan dunia dapat dilihat dari perkembangan teknologi dan kecerdasan manusia. Manusia pada abad ke-21 dituntut kereatif, mampu menciptakan solusi untuk pemecahan masalah. Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aset organisasi perusahaan atau instansi atau persekolahan untuk menunjang kelancaran tugas guna mencapai tujuan organisasi perusahaan atau instansi atau persekolahan tersebut. Pendidikan memiliki posisi strategis pada proses penyiapan SDM yang berkualitas. Penyiapan tersebut diwujutkan dalam bentuk pembekalan ilmu pengetahuan, budi pekerti dan berbagai jenis keterampilan sehingga peserta didik memiliki kedewasaan secara fisik dan mental. Kepala sekolah adalah penanggung jawab langsung kegiatan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah yang dipimpimpinya, maka kinerjanya akan berkaitan dengan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Untuk melihat tinggi atau rendahnya kinerja kepala sekolah perlu dilakukan penilaian. Hasil penilaian dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang telah dicapainya dalam memimpin dan mengelola organisasi sekolah, dan sekaligus memberikan masukan untuk pengembangan kinerjanya dimasa akan datang. Penilaian kinerja tentu dapat juga dilihat dari hasil kepemimpinannya yaitu melalui akreditasi sekolah secara periodik empat tahun sekali, apakah sekolah tersebut akreditasinya A, atau B, atau C. Jika akreditasi sekolah tersebut belum mencapai nilai A, tentu kinerja kepemimpinan kepala sekolahnya belum maksimal bahkan masih rendah yaitu masih ada sekolah yang akreditasinya C.
iii
Kabupaten Rokan Hilir merupakan Kabupaten yang berada di Provinsi Riau dan memiliki sekolah dasar (SD) negeri sebanyak 295 sekolah yang tersebar di 15 Kecamatan. Untuk meningkatkan prestasi dan kinerja kepala sekolah kuhususnya kepala sekolah dasar, pemerintah Kabupaten Rokan Hilir telah menganggarkan dana miliaran rupiah tiap tahunnya, baik untuk pelatihan kepala sekolah maupun untuk kelompok kerja kepala sekolah (K3S). Kepala sekolah dengan kinerja yang sangat baik tentu dapat menunjukkan kemapuannya dalam mengelola sekolah, guru, siswa sebagai komponen utama untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolahnya yang mengacu kepada tujuan nasional.
Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban secara empiris tentang pengaruh pengetahuan kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) seKabupaten Rokan Hilir Secara khusus tujuan utama penlitian ini adalah untuk: (1) mengetahui adanya pengaruh langsung pengetahuan kepemimpinan terhadap kinerja; (2) mengetahui adanya pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap kinerja; (3) mengetahui adanya pengaruh langsung motivasi kerja terhadap kinerja; (4) Mengetahui adanya pengaruh langsung pengetahuan kepemimpinan terhadap motivasi kerja; (5) mengetahui adanya pengaruh langsung lingkungan kerja terhadap motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan pendekatan kausal dan teknik analisis jalur (path analysis). Penelitian ini menganalisis pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang dikaji terdiri atas dua macam, yaitu variabel eksogen yaitu pengetahuan kepemimpinan dan lingkungan kerja sedangkan varaibel endogen alah motivasi kerja dan kinerja. Variabel eksogen memberikan pengaruh terhadap variabel endogen. Sedangkan variabel endogen juga
iv
dapat mempengaruhi variabel endogen lainnya. Populasi terjangkau yang sekaligus sampling frame adalah seluruh kepala sekolah yang bertugas di SDN se-Kabupaten Rokan Hilir yaitu sebanyak 295 sekolah. Sampel penelitian terdiri dari 170 orang kepala sekolah yang diambil secara acak dari populasi dengan mewakili setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.
Hasil Penelitian Pengaruh langsung positif pengetahuan kepemimpinan terhadap kinerja. Nilai koefisien jalur pengetahuan kepemimpinan terhadap kinerja sebesar 0,295 dengan nilai thitung sebesar 4,43. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel pada dk = 166 untuk α = 0,05 sebesar 1,97 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh langsung positif variabel pengetahuan kepemimpinan terhadap variabel kinerja yang signifikan. Pengaruh langsung positif lingkungan kerja terhadap kinerja. Nilai koefisien jalur lingkungan kerja terhadap kinerja sebesar 0,286 dengan nilai thitung sebesar 4,32. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel pada dk = 166 untuk α = 0,05 sebesar 1,97 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh langsung positif variabel lingkungan kerja terhadap variabel kinerja yang signifikan. .Pengaruh langsung positif motivasi kerja terhadap kinerja. Nilai koefisien jalur motivasi kerja terhadap kinerja sebesar 0,232 dengan nilai thitung sebesar 3,44. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel pada dk = 166 untuk α = 0,05 sebesar 1,97 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh langsung positif variabel motivasi kerja terhadap variabel kinerja yang dinyatakan signifikan. Pengaruh langsung positif pengetahuan kepemimpinan terhadap motivasi kerja. Nilai koefisien jalur pengetahuan kepemimpinan terhadap
v
motivasi kerja sebesar 0,222 dengan nilai thitung sebesar 2,99. Oleh karena nilai koefisien thitung lebih besar dari nilai ttabel pada dk = 167 untuk α = 0,05 sebesar 1,97 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh langsung positif variabel pengetahuan kepemimpinan terhadap variabel motivasi kerja yang signifikan. Pengaruh langsung positif lingkungan kerja terhadap motivasi kerja. Nilai koefisien jalur lingkungan kerja terhadap motivasi kerja sebesar 0,209 dengan nilai thitung sebesar 2,80. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel pada dk = 167 untuk α = 0,05 sebesar 1,97 maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh langsung positif variabel lingkungan kerja terhadap variabel motivasi kerja yang signifikan. Dengan demikian kinerja kepala sekolah SD negeri se-Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau akan meningkat jika pengetahuan kepemimpinan yang baik, lingkungan kerja yang kondusif motivasi kerja yang tinggi.
Tidak tersedia versi lain