Text
Tingkat keidiomatisan pada idiom dengan unsur pembentuk Ohr/ohren (telinga) dalam Bahasa Jerman
ABSTRAK
AJENG BRAMANTHI CENDIK. Tingkat keidiomatisan pada Idiom dengan Unsur Pembentuk Ohr/Ohren (Telinga) dalam Bahasa Jerman. Skripsi. Jakarta : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Juli. 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keidiomatisan pada idiom dengan unsur pembentuk Ohr/Ohren dalam bahasa Jerman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi pustaka.
Idiom yang diteliti diambil dalam kamus idiom DUDEN Redewendungen, Wörterbuch der Deutschen idiomatische 2013 dan ditemukan sebanyak 70 idiom yang berunsur Ohr/Ohren. Idiom tersebut dianalisis menggunakan teori Idiomatizität (tingkat keidiomatisan) dari Lüger (1999).
Dari 70 data idiom Ohr/Ohren yang dianalisis, ditemukan tingkat keidiomatisan idiomatisiert yang paling mendominasi sebanyak 31 idiom. Tingkatan selanjutnya untuk idiom yang tergolong vollidiomatisiert sebanyak 24 idiom. Untuk tingkat keidiomatisan teilidiomatisiert sebanyak 15 idiom. Tidak ditemukan idiom yang berunsur Ohr/Ohren yang memiliki tingkat keidiomatisan nichtidiomatisiert. Jika dijumlah, idiom berunsur Ohr/Ohren yang makna idiomatiknya tidak dapat ditelusuri dari makna leksikal idiom tersebut yaitu sebanyak 55 idiom (24 idiom dengan tingkat keidiomatisan vollidiomatisiert dan 31 idiom dengan tingkat keidiomatisan idiomatisiert) dan idiom berunsur Ohr/Ohren yang makna idiomatiknya masih dapat ditelusuri dari makna leksikal idiom tersebut yaitu sebanyak 15 idiom (15 idiom dengan tingkat keidiomatisan teilidiomatisiert dan 0 idiom dengan tingkat keidiomatisan nichtidiomatisiert) dari keseluruhan idiom yang telah diidentifikasi.
Kata kunci : Idiom, makna leksikal, makna idiomatik, tingkat keidiomatisan, Idiomatizität
Tidak tersedia versi lain