Text
Sikap pimpinan lembaga pendidikan terhadap keberadaan Humas di institusinya
Instutusi pendidikan mulai dari sekolah, perguruan tinggi, lembaga kursus maupun lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai publiknya. Banyak pemangku kepentingan terlibat dalam perumusan konsep termasuk pelaksanaannya, serta evaluasinya. Tanpa adanya hubungan yang harmonis antara institusi pendidikan dengan stakeholder tersebut, institusi pendidikan pun tidak bisa berkembang. Hal ini bukanlah perkara mudah. Konflik akibat terjadinya salah paham diantara keduanya mudah terjadi akibat perbedaan kepentingan. Di sinilah letak pentingnya humas untuk menjembatani kedua belah pihak.
Namun, humas dalam institusi pendidikan masih belum difungsikan secara baik. Di beberapa institusi mungkin sudah terdapat staf atau petugas sendiri untuk bagian humas atau PR namun biasanya kurang maksimal dalam menjalankan peran dan fungsinya. Bahkan masih ada institusi pendidikan yang tidak mempunyai humas. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengelola atau pelaksana dalam institusi tersebut. Sikap para pimpinan perusahaan akan humas baik dalam komponen kognitif (pikir dan nalar), behaviour (perilaku) dan effect (perasaan dan emosi) akan menentukan keberadaan humas sebagai salah satu divisi dalam struktur organisasi institusi tersebut.
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sikap pimpinan lembaga pendidikan terhadap keberadaan humas di institusinya. Penelitian ini mewawancarai 4 orang pimpinan yang mewakili perguruan tinggi, sekolah menengah atas, dan sebuah lembaga bimbingan belajar.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa dari aspek Kognitif, para pimpinan institusi pendidikan masih lemah pemahaman dan pengetahuannya mengenai fungsi, peran, dan tugas humas dalam lembaga. Dari aspek Affect, ketiga pimpinan instutusi pendidikan memiliki affect yang kuat. Ketiga pimpinan institusi memiliki sikap yang positif terhadap keberadaan humas. Sedangkan dari aspek Behaviour, prilaku aktif pimpinan institusi pendidikan masih lemah.
Bibliografi : lembar 45-46
| PD00000009 | P 9 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain