Text
Referensi pronomina demonstrativa dalam wacana novel Ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA
ABSTRAK
CHESARIA LINTANG NUR FATINDA. Referensi Pronomina Demonstrativa dalam Wacana Novel “Ranah 3 Warna” Karya Ahmad Fuadi dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Skripsi. Jakarta: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Februari. 2019.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang penggunaan referensi pronomina demonstrativa dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi berdasarkan bentuk dan pola kemunculan pronomina. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta pada bulan September 2016 hingga Januari 2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif analisis isi dalam wacana novel Ranah 3 Warna. Fokus penelitian ini terletak pada salah satu aspek pemarkah kohesi gramatikal wacana, yakni jenis referensi pronomina demonstrativa. Data yang diambil sebagai objek penelitian adalah pasangan kalimat berdekatan yang terdapat dalam paragraf-paragraf novel Ranah 3 Warna. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis kerja. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 142 buah bentuk penggunaan referensi pronomina demonstrativa, yang terdiri atas 79 buah atau 55,63% penunjuk umum ini (A.a.), 40 buah atau 28,16% penunjuk umum itu (A.b.), penunjuk umum anu (A.c.) tidak ditemukan atau 0%, 5 buah atau 3,52% penunjuk tempat sini (B.d.), penunjuk tempat situ (B.e.) tidak ditemukan atau 0%, 1 buah atau 0,70% penunjuk tempat sana (B.f.), 2 buah atau 1,40% penunjuk ihwal begini (C.g), 7 buah atau 4,92% penunjuk ihwal begitu (C.h), 1 buah atau 0,70% penunjuk ihwal orang (C.i), 5 buah atau 3,52% penunjuk ihwal barang (C.j), dan 2 buah atau 1,40% penunjuk ihwal pilihan (C.k). Sementara itu, data pola kemunculan pronomina yang diperoleh yakni sebanyak 107 buah atau 75,35% untuk anafora dan 35 buah atau 24,64% katafora. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemarkah pronomina demostrativa yang paling banyak digunakan adalah referensi pronomina penunjuk umum ini (A.a.). Kemudian, pola kemunculan pronomina yang lebih banyak digunakan adalah anafora. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, penelitian ini diimplikasikan pada pembelajaran isi dan kebahasaan novel serta keterampilan menulis siswa di kelas XII.
Kata Kunci: referensi pronomina demonstrativa, anafora, katafora
Tidak tersedia versi lain