Text
Peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa dengan model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) berbasis etnomatematika Betawi pada kelas III di SDN Batu Ampar 09 Pagi Jakarta Timur
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) BERBASIS ETNOMATEMATIKA BETAWI PADA KELAS III
SDN BATU AMPAR 09 JAKARTA TIMUR
MUHAMMAD BAIKUNI
ABSTRAK
Penerapan model PMRI berbasis etnomatematika betawi sebagai upaya peningkatan kemampuan koneksi matematis pada siswa kelas III di SDN Batu Ampar 09 Pagi Jakarta Timur. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan di SDN Batu Ampar 09 Pagi Jakarta Timur didapatkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa masih rendah. Sehingga perlu ditingkatkan. Salah satu model pembelajaran yang digunakan yaitu model PMRI berbasis etnomatematika betawi. Model pembelajaran tersebut ialah model pembelajaran yang menggunakan media permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model PMRI berbasis etnomatematika betawi dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2018 sampai Agustus 2018. Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai penerapan model PMRI berbasis etnomatematika betawi sebagai upaya meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa pada kelas III di SDN Batu Ampar 09 Pagi Jakarta Timur disimpulkan bahwa penerapan model PMRI berbasis etnomatematika betawi sudah berjalan cukup baik dengan ketercapaian dari tahapan-tahapan model pembelajaran tersebut. Pelaksanaan penelitian hanya dilakukan sampai siklus II karena ketercapaian dari penerapan model pembelajarannya sudah baik dan tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Berdasarkan hasil dari keseluruhan siswa di kelas III yaitu 84% siswa mengalami peningkatan dalam tes akhir kemampuan koneksi matematis. Terjadi peningkatan pada tes akhir kemampuan koneksi matematis siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang mencapai nilai KKM hanya 16 siswa, yaitu 57%. Pada siklus II siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 26 siswa, yaitu 84% dan hanya 5 siswa yang belum lulus KKM.
Kata Kunci: Kemampuan Koneksi Matematis, Model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), Etnomatematika Betawi
Tidak tersedia versi lain