Text
Materi ajar menyimak dalam bahasa Inggris berbasis genre dan multimedia : penelitian dan pengembangan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang
RINGKASAN
Pendahuluan
Pembelajaran menyimak mendapat pengaruh dari teknologi
multimedia. Multimedia memungkinkan suasana pembelajaran yang
menyediakan sumber yang kaya, beragam, relevan, serta kesempatan
berinteraksi dan umpan balik yang segera (Asma, 2013), membawa
ontetisitas ke dalam situasi kelas, sehingga dapat menguatkan hubungan
langsung antara kelas bahasa dengan dunia luar (Brinton, 2001). Rendahnya
penggunaan multimedia berakibat tidak maksimalnya kemampuan menyimak
mahasiswa sedangkan tuntutan pembelajaran adalah beragamnya sumber
materi dan genre yang diajarkan sehingga peserta didik tidak kesulitan dalam
memahami teks situasi nyata.
Model materi ajar menyimak berbasis genre (Martin, 1984, 1992, dan
2006) dan multimedia (Mayer, 2001 dan Smaldino, 2008) dapat ditawarkan
dan diyakini dapat meningkatkan kemampuan menyimak mahasiswa karena
penerapan model ini menggunakan berbagai macam materi pembelajaran
dan media yang ada, khususnya media yang berbasis teknologi karena
memungkinkan menyediakan variasi stimulus dan interaktif. Dengan demikian
penelitian dan pengembangan model materi ajar menyimak berbasis genre
dan multimedia sangat perlu dilakukan.
Fokus dari penelitian ini adalah pengembangan materi ajar menyimak
dalam bahasa Inggris berbasis genre dan multimedia untuk mahasiswa S1
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PSPB Inggris) Fakultas Bahasa
dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP). Materi berupa informasi
dalam bentuk penjelasan dan contoh, yang berkenaan dengan aspek
kebahasaan di dalam menyimak, aspek isi materi yang disimakkan, dan jenisiv
jenis aktivitas/tugas yang betujuan memperkaya, menguatkan dan
meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan.
Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan produk
yang efektif untuk digunakan dosen dan mahasiswa dalam mata kuliah
Listening I di PSPB Inggris FBS UNP. Penelitian ini menggunakan tahapantahapan
penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan
Gall yang disederhanakan menjadi 3 tahapan, yaitu tahap penelitian
pendahuluan, tahap pengembangan, dan tahap evaluasi. Untuk
pengumpulan data digunakan metode survey, analisis isi, review para pakar
dan pengguna materi ajar, dan eksperimen. Keabsahan data dan
pengembangan divalidasi melalui validitas teoretis dan pakar. Pengujian
efektivitas produk dilakukan melalui eksperimen dengan pre-postcontrol
group.
Hasil Penelitian
Temuan analisis kebutuhan dosen dan mahasiswa terhadap materi
ajar mata kuliah menyimak (Listening I) mencakup tiga unsur, yaitu
keharusan, kekurangan, dan keinginan. Unsur pertama dari analisis
kebutuhan adalah keharusan. Informasi tentang keharusan didapatkan dari
analisis terhadap kurikulum mata kuliah menyimak PSPB Inggris FBS UNP
dan analisis terhadap kebutuhan pengguna lulusan. Temuan analisis
terhadap kurikulum menyimak di prodi tersebut adalah bahwa terdapat 3
macam kelompok teks yang perlu dikuasai oleh mahasiswa yaitu teks
interaktif, teks fungsional pendek, dan teks monolog pendek. Temuan analisis
kebutuhan unsur keharusan berdasarkan pengguna lulusan dapat dilihat dari
jenis-jenis teks yang diajarkan di SMA. Jenis-jenis teks yang diajarkan
kepada siswa SMA adalah descriptive, recount, procedure, narrative, news
v
item, anecdote, report, explanation, analytical exposition, hortatory
exposition, discussion, dan review. Temuan pada unsur kedua, kekurangan,
menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami masalah dalam memahami
sepuluh jenis teks yaitu news, narration, personal information, direction, life
cycle, description: person, announcement, job application, telephone call, dan
description: place. Temuan pada unsur ketiga, keinginan, jenis teks yang
dianggap penting oleh mahasiswa adalah news, job application, discussion,
direction, announcement, narration, procedure: making something,
procedure: how to, exposition, dan description place,
Terdapat perbedaan jenis teks yang mahasiswa mengalami masalah
memahaminya pada kekurangan dengan jenis teks pada keinginan
mahasiswa. Pada kekurangan life style menempati urutan keempat,
sedangkan pada keinginan discussion menempati urutan ketiga. Berdasarkan
perbedaan tersebut dan jumlah unit materi ajar serta pertimbangan masih
ada mata kuliah lanjutan menyimak maka kedua jenis teks tersebut tidak
dimasukan ke dalam materi ajar. Pertimbangan lainnya adalah semua jenis
teks yang mendapat skor sepuluh besar dalam kekurangan dan keinginan
mendapat skor sangat tinggi dalam tanggapan dosen terhadap jenis teks,
kecuali jenis teks life style dan discussion.
Temuan kelayakan teoretis tim pakar menunjukkan bahwa bahan ajar
dari segi kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan memperoleh nilai
rata-rata sangat tinggi, layak digunakan dengan revisi. Secara akumulatif
persepsi dosen untuk keseluruhan mengenai tampilan, penyajian materi,
tampilan multimedia, dan penyajian materi multimedia materi ajar
memperoleh skor sangat baik. Persepsi mahasiswa untuk keseluruhan empat
kelompok diatas memperoleh skor baik
Pengujian efektifitas dilakukan dengan menggunakan pretest-posttest
control group design. Uji efektivitas model dilakukan pada dua kelas yaitu
kelas kontrol dengan materi ajar yang ada dan kelas eksperimen dengan
vi
materi ajar baru. Setelah uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas
dilakukan uji hipotesis. Dari hasil uji hipotesis dinyatakan bahwa terdapat
perbedaan yang berarti antara rerata kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen.
Implikasi penelitian, materi ajar berbasis genre perlu dipilih dan
digunakan oleh para pengembang buku, guru, dosen, dan penyusun
kurikulum yang menekankan pentingnya mahasiswa melalui proses
sistematis dalam menyimak berbahasa Inggris dan menangkap makna
berbagai jenis teks yang memiliki fungsi sosial yang tepat dan
leksikogramatika yang benar dengan dukungan materi berbasis multimedia.
Materi ajar menyimak ini menganut prinsip-prinsip yang mengedepankan
pentingnya dosen mempertimbangkan perkembangan kemampuan
mahasiswa, hal ini terbantu salah satunya dengan exe learning.
Rekomendasi dari hasil penelitian bahwa di dalam implementasinya,
dosen pengampu mata kuliah sebaiknya menerapkan langkah-langkah
pembelajaran menyimak ini berdasarkan pada tingkat kemampuan dan
kemajuan mahasiswa. Kedua, dosen pengampu harus mencari cara yang
tepat agar tidak terlalu larut dengan aktivitas yang lebih menekankan kepada
proses menyimak atau langsung saja pada aktivitas yang lebih menekankan
pada hasil akhir. Ketiga, latihan-latihan yang ada pada buku mahasiswa
cukup memadai, namun disarankan agar dosen pengampu mata kuliah untuk
menggunakan materi yang berbentuk multimedia interaktif sebagai bahan
pengayaan dan penguatan dan menjadi tugas terstruktur bagi mahasiswa di
luar jam tatap muka perkuliahan. Keempat, karena alumni mahasiswa PSPB
Inggris FBS UNP akan menjadi guru bahasa Inggris di berbagai sekolah
menengah, sebaiknya dosen pengampu mata kuliah juga memberikan
penjelasan secukupnya tentang bagaimana mengajarkan menyimak sebuah
teks dengan genre tertentu melalui penjelasan dan contoh. Kelima, untuk
tambahan tugas pasca menyimak mahasiswa, dosen menugasi mahasiswa
mencari materi-materi yang relevan lalu mereka diminta untuk membuat
latihan-latihan yang mengarah kepada peningkatan kemampuan berfikir
tingkat tinggi.
Tidak tersedia versi lain