Text
Pemberdayaan narapidana melalui kegiatan industri di Lembaga Pemasyarakatan kelas III Warungkiara Sukabumi
PEMBERDAYAAN NARAPIDANA MELALUI KEGIATAN INDUSTRI DI LEMBAGA
PEMASYARAKATAN KELAS III WARUNGKIARA SUKABUMI
ABSTRAK
Pergeseran paradigma penghukuman dari retributif menjadi reintegrasi sosial menempatkan bahwa satu-satunya penghukuman terhadap narapidana adalah hilang kemerdekaan bergerak. Narapidana bukan hanya dimaknai sebagai objek tetapi sebagai subjek. Posisi ini memberikan ruang yang lebih tepat dalam pelaksanaan pembinaan. Orientasi kebutuhan pembinaan yang sesuai dengan minat dan bakat serta kemungkinan untuk pengembangan demi kepentingan individu sangat terbuka. Jenis pembinaan yang diberikan kepada narapidana adalah pembinaan kepribadian dan kemandirian. Salah satu bentuk pembinaan kemandirian adalah program kegiatan industri di Lapas yang merupakan langkah nyata untuk mendorong peningkatan kegiatan produktif dan kreatif yang dihasilkan oleh narapidana di Lapas. Terdapat 303 Lapas di Indonesia, 24 di antaranya ditetapkan sebagai Lapas dengan kegiatan industri, dan salah satu Lapas percontohan dengan kegiatan industri adalah Lapas Kelas III Warungkiara di Sukabumi yang dalam perjalanannya terjadi pasang surut. Menarik untuk diteliti dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kegiatan industri di Lapas Kelas III Warungkiara periode tahun 2015-2017 dengan sub fokus penelitian berupa pemberdayaan narapidana, kepemimpinan, dan komitmen organisasi dalam pelaksanaan kegiatan industri di Lapas Kelas III Warungkiara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kasus menggunakan metode sampling purposive dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan komitmen organisasi yang diterapkan dalam pemberdayaan narapidana di Lapas Kelas III Warungkiara belum mampu sepenuhnya mendukung suksesnya kegiatan industri.
Kata kunci: Industri di Lapas, Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Pemberdayaan Narapidana.
Tidak tersedia versi lain