Text
Pengembangan model pembelajaran audio-visual senam irama untuk guru anak usia dini usia 4-6 tahun di TK Labschool
ABSTRAK
AWALLUDIN. Pengembangan Model Pembelajaran Audio-Visual Senam
Irama untuk Guru Anak Usia Dini Usia 4-6 Tahun. Skripsi. Jakarta:
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Olahraga,
Universitas Negeri Jakarta.
Pengembangan model gerakan senam irama melalui pembelajaran
masih terbatas gerakan sederhana yang bersifat menghafal. Padahal
menurut Adams dan Rahamtoknam menyatakan bahwa, “pembelajaran
motorik kasar dapat tercapai bila aktivitas ritmik yang dilakukan terdapat
gerak untuk keterampilan tubuh yakni gerak lokomotor, nonlokomotor dan
manipulative”.Selain alasan pengembangan model, pembelajaran motorik
kasar penting diajarkan kepada anak usia TK karena anak memiliki hasrat
untuk bergerak sangat tinggi. Samsudin mengungkapkan bahwa, aktivitas
atau kondisi bergerak pada anak TK sangat tinggi (dominan) yakni 70-
80% anak TK melakukan gerak pada proses belajarnya (Hasil
Pengamatan).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kegiatan
senam irama melalui media pembelajaran audio visual. Penelitian
dilakukan menggunakan metode penelitian pengembangan yakni suatu
strategi penelitian yang ditandai dengan usaha pengembangan produkproduk
yang dihasilkan serta memvalidasi produk tersebut agar menjadi
layak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu model yang
dikembangkan adalah model DDD-E (Decite, Design, Develop dan
Evaluate). Untuk melakukan validasi model pembelajaran motorik kasar,
peneliti melakukan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner
penilaian model pembelajaran yang diperoleh dari jawaban pernyataan
dari guru PAUD dan validasi dari Para Ahli. Data dari hasil penelitian
dianalisis dengan program pengolahan data secara kuantitatif serta
interpretasi secara deskriptif. Adapun lokasi penelitian dilakukan di TK
Labschool yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta.
Pengembangan model gerak senam irama dalam bentuk media
pembelajaran audio-visual merupakan langkah jitu dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran motorik di lingkungan pendidikan anak usia dini. Selain
medianya yang dapat diikuti oleh guru dan anak, juga menjadi alternatif dan
inspirasi dalam menyusun pembelajaran motorik kasar.Adapun hasil dari
penilaian guru terhadap model dan media pembelajaran motorik kasar
menyatakan bahwa model senam irama dan media pembelajaran motorik
kasar telah layak berdasarkan hasil penilaian sebagai berikut: nilai model dan
media pembelajaran yang disusun telah memenuhi unsur-unsur gerakan.
Deskripsi tersebut diperkuat oleh hasil validasi dari ketiga ahli yang menyatakan
bahwa pengembangan model pembelajaran motorik kasar menunjukkan nilai di
atas 0,78 yang berarti media pembelajaran yang disampaikan dikatakan layak.
Kata kunci: Model Pembelajaran Audio-Visual, Senam Irama
Tidak tersedia versi lain