Text
Preferred gender pronouns in University Writing Guidelines
ABSTRAK
Puti Hafsah Sati. 2019. Pilihan Kata Ganti Gender dalam Panduan Penulisan Universitas. Skripsi: Jakarta, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Penggunaan kata ganti gender non-biner atau lebih dikenal sebagai kata ganti gender pilihan telah dilakukan di berbagai platform, termasuk pedoman penulisan di sejumlah universitas di seluruh Amerika Serikat. Kata ganti ini merupakan variasi linguistik heteronormatif, menyebabkan ketaksaan semantik dan penciptaan kata ganti buatan. Dengan menggunakan konsep Cultural-Marxism oleh William Lind, fenomena ini dilihat sebagai political correctness yang digambarkan sebagai manifestasi dari bahasa political correctness karena fakta bahwa ia menggunakan ideologi sayap yang mengendalikan pemikiran dan tindakan seseorang. Implikasi dari fenomena ini meliputi mentalitas korban, berkurangnya kebebasan berbicara dan terciptanya politik identitas.
Kata Kunci: Gender Pronouns, Heteronormativity, Political Correctness, Cultural-Marxism.
Tidak tersedia versi lain