Text
Gaya bahasa penyair dalam rubrik puisi di majalah Horison terbitan tahun 2015 : tinjauan stilistika
ABSTRAK
Anita Desy Ratnasari. 2019. Gaya Bahasa Penyair dalam Rubrik Puisi di Majalah Horison Terbitan Tahun 2015: Tinjauan Stilistika. Skripsi, Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang gaya bahasa penyair dalam rubrik puisi di majalah Horison terbitan tahun 2015. Waktu penelitian dilakukan sejak bulan Januari – Juli 2019. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan analisis isi yaitu mengumpulkan, menganalisis, dan mendeskripsikan data penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam puisi. Objek penelitian ini yaitu puisi-puisi dalam majalah Horison terbitan tahun 2015 yang terlebih dulu dipilih menggunakan teknik purposive sampling tidak secara random atau sesuai dengan kebutuhan penelitian. Puisi yang telah dipilih sebanyak 52 puisi dengan jumlah total 715 larik dari 26 penyair yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan gaya bahasa yang mencakup gaya kalimat, gaya kata, gaya larik, dan bahasa kiasan. Gaya kalimat meliputi gaya impilisit sebanyak 20,28% (145 data) dan gaya retorika sebanyak 4,33% (31 data). Gaya kata terdiri atas pengulangan kata sebanyak 46,15% (330 data) dan diksi sebanyak 47,28% (338 data). Gaya larik terdiri atas larik kata sebanyak 0,55% (4 data), larik frasa sebanyak 5,45% (39 data), dan larik kalimat sebanyak 27,42% (196 data). Bahasa kiasan yang ditemukan berupa simile sebanyak 5,73% (41 data), metafora sebanyak 14,96% (107 data), personifikasi sebanyak 6,15% (44 data), epitet sebanyak 0,83% (6 data), sinekdoke sebanyak 5,45% (39 data), dan metonimia sebanyak 3,50% (25 data). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemakaian gaya bahasa pada gaya kalimat lebih banyak menggunakan gaya implisit dengan tujuan untuk menjaga keindahan kata dan makna yang terkandung di dalam puisi. Kemudian pada gaya kata, pengulangan kata cenderung digunakan untuk penekanan makna dan eksistensi diri. Penggunaan diksi banyak ditemukan pada kata konkret dan konotatif. Gaya larik yang dominan digunakan yaitu larik kalimat. Terakhir, bahasa kiasan yang paling sering muncul yaitu metafora karena sebagian besar puisi menggunakan kata untuk membandingkan sesuatu secara langsung. Penelitian ini berimplikasi pada pengajaran sastra di sekolah khususnya materi puisi berkaitan dengan penggunaan gaya bahasa. Guru diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai pilihan alternatif dalam mengajarkan gaya bahasa yang menjadi salah satu unsur pembangun puisi.
Kata kunci: gaya bahasa, stilistika, majalah Horison
Tidak tersedia versi lain