Text
Identity negotiation of Indian-American Muslim in Samira Ahmed's love, hate & other filters
ABSTRAK
DINDA AULIA. 2019. Negosiasi Identitas Sebagai Muslim India-Amerika
dalam Love, Hate & Other Filters Karya Samira Ahmed. Skripsi: Jakarta,
Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana generasi pertama dan
generasi kedua India-Muslim yang berada di Amerika menegosiasikan beragam
identitas mereka dalam novel berjudul Love, Hate & Other Filters karya Samira
Ahmed. Menggunakan konsep pascakolonial Bhabha seperti mimikri,
ambivalensi, hibriditas serta teori orientalisme Said, penelitian ini menggunakan
metode deskriptif analitis yang bertujuan untuk menganalisis proses serta alasan
Maya dan orang tua nya, Asif dan Sofia dalam menegosiasikan beragam identitas
mereka sebagai Muslim India-Amerika. Ditemukan bahwa negosiasi identitas
Maya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keluarga, lingkungan social, dan
nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh orang tua nya. Sebagai generasi kedua, Maya
pun lebih cenderung meniru gaya hidup orang Amerika dan mencampur budaya
India-Muslim dan Amerika agar dapat lebih berasimilasi dengan teman-teman nya
dalam kehidupan sehari-hari sedangkan Asif dan Sofia sebagai generasi pertama
menegosiasikan identitas mereka dengan mencampur beragam budaya yang
dimiliki agar dapat mempertahankan budaya asal mereka dan diterima oleh
masyarakat di lingkungan sekitar. Namun, Maya, Asif dan Sofia juga merasakan
ambivalensi ketika mereka dihadapkan dengan budaya Amerika yang
bertentangan dengan tradisi India-Muslim. Maya cenderung merasakan
ambivalensi terhadap cara hidup orang Amerika sedangkan Asif dan Sofia
mengalami ambivalensi dalam menerima atau menolak budaya remaja Amerika
yang ingin dilakukan oleh Maya agar dianggap setara dengan teman-teman nya.
Hidup sebagai satu-satunya India-Muslim di daerah mereka juga menumbuhkan
perasaan inferioritas Maya, Asif dan Sofia yang seringkali menyebabkan mereka
merasa berbeda diantara penduduk mayoritas yang membuat mengakibatkan
mereka menganggap diri sendiri sebagai kambing hitam pada setiap kejadiankejadian
mengerikan yang dilakukan oleh orang-orang kulit putih. Diskriminasi
dan Islamofobia yang mereka alami juga menyebabkan mereka mempertanyakan
ke-Amerika-an nya. Terlepas dari perjuangan mereka ketika mengalami
diskriminasi, Islamofobia, dan perasaan terus-menurus sebagai seseorang yang
berbeda, Maya, Asif and Sofia berhasil menemukan rasa kepemilikan serta
mengakui identitas mereka sebagai Muslim India-Amerika.
Kata kunci: Negosiasi Identitas, Muslim India-Amerika, Islamofobia,
Pascakolonial
| SS00020864 | SK 20864 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.02.2019.001) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain