Text
Penggunaan pewarna alami ekstrak daun kelor (moringa oleifera) pada pembuatan serabi Bandung terhadap daya terima konsumen
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI ESKTRAK DAUN KELOR
(MORINGA OLEIFERA) PADA PEMBUATAN SERABI BANDUNG
TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN
BOBBY AGUSTHA ANUGRAH
Pembimbing : Dra. Mariani, M.Si dan Dra. Sachriani, M.Kes
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan
ekstrak daun kelor pada pembuatan Serabi Bandung terhadap daya terima
konsumen berdasarkan pada aspek warna, aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini
dilakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan Program Studi Pendidikan Tata
Bobga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta pada bulan Oktober 2018 –
Juli 2019, dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian
ini adalah serabi bandung dengan penggunaan ekstrak daun kelor, untuk
sampelnya adalah serabi bandung dengan penggunaan ekstrak daun kelor dengan
perbandingan santan dan ekstrak daun kelor sebanyak 135 gr : 15 gr, 130 gr : 20
gr, dan 125 gr : 25 gr. Untuk menilai pengaruh daya terima konsumen terhadap
aspek warna, aroma, rasa dan tekstur dilakukan uji organoleptik kepada 30 panelis
agak terlatih. Uji Friedman menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh
penggunaan pewarna alami ekstrak daun kelor pada pembuatan serabi bandung
terhadap daya terima konsumen untuk aspek aroma, tekstur sedangkan terdapat
pengaruh penggunaan pewarna alami ekstrak daun kelor pada pembuatan serabi
bandung terhadap daya terima pada aspek warna dan rasa. Dari hasil uji Tuckey
yang digunakan dalam penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan ekstrak daun
kelor pada Serabi Bandung dengan perbandingan 135 gr : 15 gr merupakan
produk yang paling disukai.
Kata kunci: Serabi Bandung, Ekstrak Daun Kelor, Daya Terima Konsumen
Tidak tersedia versi lain