Text
Pengembangan alat uji air tercemar limbar air berdasarkan parameter indeks bias, salinitas dan medan magnet
ABSTRAK
Novita Fitriani. Pengembangan Alat Uji Air Tercemar Limbah Cair Berdasarkan Parameter Indeks Bias, Salinitas dan Medan Magnet. Di bawah bimbingan Widyaningrum Indrasari, Umiatin.
Kuantitas limbah cair semakin meningkat seiring bertambahnya kepadatan penduduk dan pembangunan ekonomi. Meningkatnya kepadatan penduduk dan pembangunan ekonomi juga menyebabkan kebutuhan air bersih semakin meningkat. Hal ini tidak diimbangi dengan kondisi kualitas air yang semakin menurun. Salah satu syarat air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih adalah air harus memiliki nilai salinitas ≤0.5 ppt dan indeks bias sebesar 1.333. Untuk mengetahui nilai salinitas dan indeks bias yang sesuai dengan syarat air bersih maka dikembangkan suatu alat ukur air tercemar limbah cair. Pada penelitian ini dikembangkan alat uji air tercemar limbah cair berdasarkan parameter indeks bias, salinitas, dan medan magnet. Potensiometer dan sensor LDR (Light Dependen Resistor) digunakan untuk mengukur indeks bias, sensor konduktivitas untuk mengukur salinitas, dan sensor Hall Effect sebagai pendeteksi medan magnet serta Arduino UNO sebagai sistem kontrol. Hasil karakterisasi menunjukkan sensor indeks bias memiliki sensitivitas sebesar 321.8 mV/satuan indeks bias dan kesalahan relatif sebesar 0.35%. Sensor konduktivitas memiliki sensitivitas sebesar 415.2 mV/ppt dan kesalahan relatif sebesar 5.26%. Sensor medan magnet memiliki sensitivitas sebesar 0.0077 Volt/Gauss dan kesalahan relatif sebesar 4.29%. Pengujian prototipe dilakukan dengan menguji kualitas air pada limbah buatan yang terbuat dari campuran air, garam dan sabun cair dengan konsentrasi yang berbeda, serta sampel air sungai yang diambil dari 10 wilayah yang berbeda. Hasil yang diperoleh adalah penambahan konsentrasi campuran garam dan sabun cair akan meningkatkan nilai indeks bias, salinitas dan medan magnet pada sampel yang diukur. Dilakukan juga pengujian indeks bias, salinitas dan medan magnet pada sample air sungai tercemar limbah cair akibat magnetisasi. Magnetisasi tersebut dilakukan dengan memberikan medan magnet sebesar 110.71 Gauss selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, dan 20 menit pada kumparan Helmholtz. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketika dimagnetisasi kualitas air semakin baik yang ditandai dengan indeks bias menurun, salinitas menurun, dan medan magnet meningkat.
Kata kunci. Limbah cair, sensor LDR, sensor konduktivitas, sensor Hall Effect, magnetisasi.
Bibliografi Lembar : 63 - 66
| SS00021443 | SK 21443 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.03.2019.006) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain