Text
Perwujudan kehidupan remaja yang mendapatkan hidayah tentang hakikat hidup melalui penciptaan karya tari Al-i'tirop
ABSTRAK Vivi Safitri Desemberiyani. 2019. Perwujudan Kehidupan Remaja Yang Mendapatkan Hidayah Tentang Hakikat Hidup Melalui Penciptaan Karya Tari Al-I’Tirof. Tugas akhir karya Seni, Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Karya Tari Al-I’Tirof menceritakan tentang kehidupan seorang remaja muslim bernama Aisyah (Nama Samaran). Aisyah mendapatkan hidayah dari Allah SWT tentang hakikat hidup di dunia. Aisyah merupakan seorang santriwati yang sedang belajar mendalami ilmu agama, meliputi ilmu Hukum Islam (Fiqih), Hadis, Tafsir, Teologi Islam (Tauhid), Sejarah Islam (Tarikh), Sintaksis Arab (Nahwu), Morfologi (Saraf) dan Retorik (Balaghah). Selain itu, Aisyah juga belajar menjadi penceramah, Hafiz Al-Qur’an, menghafal lafaz-lafaz zikir dan doa.
Terdapat tiga bagian penting dari rentetan peristiwa yang terjadi di dalam hidup Aisyah. Bagian pertama adalah masa hidup Aisyah sebelum mendalami ilmu agama. Pada masa ini, Aisyah merasakan kenyamanan hidup dengan menjadi seorang model majalah Motor Sport dan Automotive, Umbrella Girl, Sexy Dancer, Sales Promotion Girl (SPG) Rokok. Bagian kedua adalah masa hidup Aisyah saat memiliki kekasih. Pada saat itu kekasih Aisyah terlilit hutang karena bermain judi. Lalu, pria itu menjebak dan menjual Aisyah untuk melunasi hutang-hutangnya. Bagian ketiga adalah bagian terpenting dalam hidup Aisyah, yakni pada masa Aisyah meninggalkan kehidupan malamnya dan berubah secara drastis menjadi seseorang yang taat akan ajaran Islam. Aisyah menemukan jati dirinya saat belajar di pesantren. Ia berserah diri kepada Sang Pencipta Alam Semesta, Sang Pemberi Ampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yaitu Allah SWT. Maka dari itu, Aisyah menjadi seseorang yang relligus dalam hal kehidupan, berpakaian Syar’i, bertingkah laku dan bertutur kata.
Karya tari ini memiliki puncak konflik lebih dari satu yang dikategorikan sebagai desain dramatik kerucut tunggal yang terdiri dari 4 adegan. Koreografer mengunakan gerak maknawi Insidental dan gerak maknawi Eksploratif. Karya tari ini menggunakan metode gerak menurut kata hati berdasarkan tahapan penciptaan Alma M.Hawkins dengan 7 metode penciptaan sebagai tahapan penciptaan yang kemudian berkembang berdasarkan kreatifitas koreografer. Koreografer menggunakan jasa 18 orang penari dan 10 orang pemusik. Alat musik yang digunakan adalah seperangkat alat gamelan salendro (Gendang, Saron, Demung, Bonang, Kecapi, Suling, Gong dan Kecrek), Rebana, Gembyung, Jimbe, Flute dan Simbal. Koreografer menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menciptakan Karya tari Al-I’Tirof. Data untuk tugas akhir ini didapatkan dengan cara mengadakan wawancara dengan narasumber yang bersangkutan, melakukan observasi, dan menyebarkan kuesioner kepada siswa SMP, SMA serta mahasiswa. Penciptaan karya tari Al-I’Tirof diharapkan dapat menumbuhkan jiwa religius bagi orang yang menonton karya tari ini.
Kata Kunci : Karya Tari, Al-I’Tirof, Suatu Perubahan, Taubat, Kehidupan Remaja.
| SS00020778 | SK 20778 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.02.2019.005) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain