Text
Analisis semiotik syair kesenian solawat Dulang tubuah nan salapan sinar barapi dan DC 8
ABSTRAK
Ahmad Syafari (Analisis Semiotik Syair Kesenian Tradisional Solawat Dulang Minangkabau,
Studi Kasus : Video Solawat Dulang Tubuah Nan Salapan Sinar Barapi Dan DC 8)Pendidikan
Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta2019
Kesenian merupakan salah satu bagian dari metode yang digunakan dalam mengajarkan
ajaran Islam. Melalui dunia seni pesan ajaran islam lebih menarik karena dikemas kedalaam bentuk
yang lebih menghibur dan menarik perhatian. Namun seiring perkembangan jaman, kesenian yang
bernuansa keislaman sudah banyak ditingggalkan apalagi kesenian tradisional kedaerahan yang
tergerus oleh perkembangan sehingga menjadikan kesenian itu hanya dinikmati hiburannya saja tanpa
diresapi pesan yang terkandung didalamnya. Salah satu kesenian tradisionalislaam yang patut
dipahami pesan yang ada didalamnya yaitu kesenian Solawat Dulang yang berasal dari Minangkabau.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari makna dari setiaplagunya dan pesan yang berkaitan
dengaan ajaran Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu memakai
teknik analisis Semiotika Roland Barthes yang akan bertujuab menanilisis makna dari setiap syairnya,
serta teori pesan keislaman yang bertujuan untuk mengelompokkan pesan yang terkandung
didalamnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan secara dokumentasi.
Secara umum Solawat Dulang Tubuah Nan Salapan yang dibawakan oleh Grup Solawat
Dulang Sinar Barapi dan DC 8 menceritakan tentang hubungan antara tubuh jasmani yaitu tubuh yang
kelihatan secara fisik melalui indra penglihatan dan tubuh rohani yaitu nyawa yang mendiami tubuh
jasmani serta menjelaskanbahwa nyawa diciptakan dari Nur Muhammad.. Pesan yang terkandung
diantaranya Pesan Akidah tentang ketauhidan, beiman kepada Nabi, percaya akan hari akhir
(kematian). Pesan Hukum atau Syariat tentangperintah untuk menuntut ilmu, perintah untuk belajar
Al-Quran. Pesan Akhlak tentangperbuatan tercela, etika dalam berdagang yaitu kejujuran dalam
menimbang barang, etika dalam mengajarkan ilmu dengan memiliki sifat kejujuran dan tidak menipu.
Kata Kunci : Solawat Dulang, Semiotik, Pesan Keislaman
| SS00021781 | SK 21781 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2019.006) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain